Saya mungkin nggak begitu ngerti siapa itu Robert Moog. Setelah liat doodle yang ada di pojokan atas halaman awal dan dari telusur-telusur singkat, bisa paham kenapa dia dihargai. Moog, adalah orang yang mempopulerkan cikal bakal synth yang sekarang kita kenal. Populer dikalangan anak indie pop, menghasilkan suara menggelitik di telinga, dan personil yang memainkannya entah mengapa selalu berada di pojok (agak)belakang ketika bandnya tampil. Ya, Synthesiser, sebuah alat yang sering diplesetkan sebagai sanitizer.
nb: teruntuk kamu yang suka tersenyum kalo diceritakan joke soal sanitizer ini. :)
sharing a piece of personal and appearing as a sportsblog
Rabu, 23 Mei 2012
Selasa, 22 Mei 2012
Tetap Tenang
Hari ini nggak mudah, susah untuk bisa menyenangkan semua orang. Untuk ini, saya masih harus belajar. Maksud hati memang harus mengalahkan satu hal untuk hal yang lain, tapi kalo misalnya salah menyampaikan pesan bisa jadi kehilangan keprcayaan. Saya cuman berharap nggak kena denda hari ini.
Minggu, 20 Mei 2012
apes
Juventus menghadapi Napoli di final Copa Italia sejam setelah tulisan ini akan naik posting ke blog. Saya cuman bisa berharap bisa nonton karena udah menanti, lalu sadar nggak ada tivi lokal yang menayangkannya. Pusing, Kesel, dan jadi hapal dengan lagu milik Anang dan Ashanty saya balik tidur lagi. Kampret!
nb: jangan nyuruh nonton lewat streaming, modemnya kena kuota
nb: jangan nyuruh nonton lewat streaming, modemnya kena kuota
Sabtu, 19 Mei 2012
Perut Rasyid Perih
Rasyid sangat menyukai tayangan animasi di televisi, ia bersandar di sofa sedari pagi. "Kak, ayo sarapan dulu, keburu dingin nasi gorengnya" teriak sang ibu dari ruang makan. "Nanti aja ma, rasyid nggak laper". Sang ibu tak kuasa memaksa sang anak, ia nampak asyik tertawa dan bahkan sesekali berseru ketika tokoh animasi kesukaannya beraksi. Ia tetap asyik menonton televisi hingga hari mulai beranjak siang. Ketika sudah bosan menonton televisi, kini Rasyid beralih memainkan mesin gim miliknya.
Selepas asyik bermain, Rasyid tertidur sembari memeluk mesin gim yang tadi ia mainkan. Disaat yang bersamaan, Ayah dan Ibunya sedang bersiap untuk berangkat menghadiri acara resepsi pernikahan tetangga mereka. Karena melihat anaknya tertidur di sofa, sang Ibu pun tak merasa khawatir dan hanya mengunci pintu depan rumah.
Beberapa saat setelah kedua orangtuanya meninggalkan rumah, Rasyid terbangun. Ia tak bisa bangkit dari sofa, perutnya terasa perih. Seketika pula, Rasyid memanggil ayah dan ibu nya, namun ia tak mendapat jawaban. Sembari menahan sakit, badan kecilnya berusaha bergerak. Ia menurunkan kakinya ke lantai, melangkah pelan, ia mencari keberadaan orang tuanya. "Ma, Pa, dimana? perut Rasyid sakit, perih...", ia memanggil ayah dan ibunya tetap tak ada jawaban.
Ia menyerah, kali ini ia kembali ke sofa dan merebahkan diri, sembari memegangi perutnya yang terasa perih. "Nak, Rasyid? kenapa kamu nak?" tanya sang Ibu penuh cemas. "Sakit ma, perut aku perih" jawabnya lirih. "Nah kan, sekarang baru kerasa sakitnya" tukas sang Ayah. "Ya sudah, mama bikinkan teh hangat dulu,". Ayah kemudian menghampiri Rasyid yang nampak lemas, "Tadi pagi nggak sarapan kan syid?". "Nggak pa, males, abis kartunnya nggak bisa ditinggal". Ayahnya pun hanya tersenyum, sembari membantu Ibu memberi minum Rasyid segelas teh hangat.
"Kamu sepertinya kena maag syid, itu penyakit lambung nak, kalo kamu menunda makan dari pagi sampai sore, ya beginilah jadinya" jelas sang Ayah. Rasyid hanya sanggup menganggukkan kepala menjawab kalimat ayahnya. Sejurus kemudian, ia telah berada di meja makan. Sepiring nasi dengan lauk ayam goreng lahap ia makan, perlahan ia pulih. "Lain kali kalo disuruh mama sarapan, Rasyid nurut ya, boleh nonton kartun tapi jangan lupa sarapan" nasihat sang Ayah. Rasyid kembali mengangguk, kali ini ia tak mampu mengeluarkan kata karena mulutnya tengah asyik mengunyah ayam goreng buatan Ibu.
Selepas asyik bermain, Rasyid tertidur sembari memeluk mesin gim yang tadi ia mainkan. Disaat yang bersamaan, Ayah dan Ibunya sedang bersiap untuk berangkat menghadiri acara resepsi pernikahan tetangga mereka. Karena melihat anaknya tertidur di sofa, sang Ibu pun tak merasa khawatir dan hanya mengunci pintu depan rumah.
Beberapa saat setelah kedua orangtuanya meninggalkan rumah, Rasyid terbangun. Ia tak bisa bangkit dari sofa, perutnya terasa perih. Seketika pula, Rasyid memanggil ayah dan ibu nya, namun ia tak mendapat jawaban. Sembari menahan sakit, badan kecilnya berusaha bergerak. Ia menurunkan kakinya ke lantai, melangkah pelan, ia mencari keberadaan orang tuanya. "Ma, Pa, dimana? perut Rasyid sakit, perih...", ia memanggil ayah dan ibunya tetap tak ada jawaban.
Ia menyerah, kali ini ia kembali ke sofa dan merebahkan diri, sembari memegangi perutnya yang terasa perih. "Nak, Rasyid? kenapa kamu nak?" tanya sang Ibu penuh cemas. "Sakit ma, perut aku perih" jawabnya lirih. "Nah kan, sekarang baru kerasa sakitnya" tukas sang Ayah. "Ya sudah, mama bikinkan teh hangat dulu,". Ayah kemudian menghampiri Rasyid yang nampak lemas, "Tadi pagi nggak sarapan kan syid?". "Nggak pa, males, abis kartunnya nggak bisa ditinggal". Ayahnya pun hanya tersenyum, sembari membantu Ibu memberi minum Rasyid segelas teh hangat.
"Kamu sepertinya kena maag syid, itu penyakit lambung nak, kalo kamu menunda makan dari pagi sampai sore, ya beginilah jadinya" jelas sang Ayah. Rasyid hanya sanggup menganggukkan kepala menjawab kalimat ayahnya. Sejurus kemudian, ia telah berada di meja makan. Sepiring nasi dengan lauk ayam goreng lahap ia makan, perlahan ia pulih. "Lain kali kalo disuruh mama sarapan, Rasyid nurut ya, boleh nonton kartun tapi jangan lupa sarapan" nasihat sang Ayah. Rasyid kembali mengangguk, kali ini ia tak mampu mengeluarkan kata karena mulutnya tengah asyik mengunyah ayam goreng buatan Ibu.
Jumat, 18 Mei 2012
Ah!
Tanggal merah, kebanyakan merebah, tekanan darah rendah, badan tak bergairah.
Melemah, Menyambut tengah, malam memberikan udara dingin yang jengah.
Sekenanya mengetik sembari terengah-engah, bisa posting saja sudah alhamdulilah.
Melemah, Menyambut tengah, malam memberikan udara dingin yang jengah.
Sekenanya mengetik sembari terengah-engah, bisa posting saja sudah alhamdulilah.
ah - i
kata seru yang menyatakan perasaan kecewa, menyesal, keheranan, tidak setuju;
Kamis, 17 Mei 2012
Setelah Dalglish pergi, Shankly ingin hidup lagi
Semangat dan harapan mengenai musim depan, untuk pendukung Liverpool, agaknya dimulai lagi dari titik nol. Secara mendadak manajemen klub yang terdiri dari Fenway Sports Group (FSG) selaku investor, dewan klub, melalui managing director Ian Ayre memutus kontrak manajer Kenny Dalglish. Rabu malam lalu waktu Indonesia, berita ini menghenyak benak para pendukung, menimbulkan keresahan baik di obrolan tatap muka, maupun di banyak akun media sosial. Berita pemutusan hubungan kerja King Kenny sebagai manajer tim, menghapus cerita bahagia pemilihan Steven Gerrard sebagai kapten timnas Inggris di Euro mendatang.
Gelombang rumor langsung saja menerjang, dengan berbagai macam isu dan pergunjingan mengenai manajemen klub secara keseluruhan. Belum lama sebelum pemecatan Dalglish, isu yang ramai diomongkan ialah soal rancangan kostum baru yang resmi dirilis minggu lalu. Ada ketidaksetujuan suporter, utamanya para pejuang dan keluarga korban insiden Hillsborough, tentang pemindahan simbol "justice flames" tanpa konsultasi mendetil dan terkesan tak mengindahkan suara mereka. Kini seakan terkena pukulan kedua, Dalglish meninggalkan tim dan membwa kesedihan bagi banyak pendukung.
Sementara itu, Dalglish dalam wawancaranya dengan Liverpool Echo menyatakan menghormati segala keputusan dan mengungkapkan kebanggaannya selama 18 bulan terakhir berada di tepi lapangan untuk tim, dan suporter yang selalu ia banggakan. Keputusan ini jelas sangat mengecewakan baginya, tetapi ia yakin bahwa kepentingan bersama untuk klub dan para suporter tidak selalu mengenai kebersamaan dan baktinya untuk klub. Ia juga menyarankan suporter untuk tetap mendukung dewan klub dan FSG.
"Ia(Dalglish) adalah orang yang kami butuhkan selama 18 bulan terakhir untuk melakukan apa yang kami sebut membangun ulang dan menstabilkan tim, ia melakukannya dengan luar biasa dan kami berhutang amat banyak padanya" ucap Ayre dalam pemberitaan Sky Sports. "Namun, penampilan tim secara keseluruhan di liga jelas mengecewakan. Untuk itu kami merasa perlu melakukan perubahan untuk melanjutkan proses membangun tim yang lebih baik" lanjutnya.
Musim panas ini bakal digunakan oleh seluruh manajemen, pemain, dan pengurus klub untuk mempersiapkan musim depan. Dewan pimpinan klub harus menemukan sosok pelatih yang tepat setidaknya sebelum Euro 2012 berakhir, untuk menjalani tur Amerika yang akan mereka jalankan pada akhir Juni mendatang. Sementara bagi para pemain, seperti Dirk Kuyt dan Maxi Rodriguez, pergantian manajer jelas mempengaruhi keputusan mereka untuk hengkang dari tim. Belum ada kejelasan selanjutnya dari klub siapa saja yang akan menyusul sang manajer meninggalkan Melwood, walau santer diberitakan sosok yang dimaksud adalah pelatih Steve Clarke dan Kevin Kean.
Sementara para pendukung akan mengisi musim panas ini dengan makin banyak pembicaraan. Pertanyaan yang muncul pun beragam, "akankah Benitez kembali? atau Roberto Martinez", "Bagaimana jika Capello yang ditunjuk menangani tim ini?", "Benarkah Skrtel ingin meningglakan tim? Lalu bagaimana Suarez?". Ya, jika saja The Great Shank masih hidup, ia pasti setidaknya berkomentar akan hal ini, atau bisa saja ia mengambil alih kendali tim setelah bangkit dari alam sana.
Gelombang rumor langsung saja menerjang, dengan berbagai macam isu dan pergunjingan mengenai manajemen klub secara keseluruhan. Belum lama sebelum pemecatan Dalglish, isu yang ramai diomongkan ialah soal rancangan kostum baru yang resmi dirilis minggu lalu. Ada ketidaksetujuan suporter, utamanya para pejuang dan keluarga korban insiden Hillsborough, tentang pemindahan simbol "justice flames" tanpa konsultasi mendetil dan terkesan tak mengindahkan suara mereka. Kini seakan terkena pukulan kedua, Dalglish meninggalkan tim dan membwa kesedihan bagi banyak pendukung.
Sementara itu, Dalglish dalam wawancaranya dengan Liverpool Echo menyatakan menghormati segala keputusan dan mengungkapkan kebanggaannya selama 18 bulan terakhir berada di tepi lapangan untuk tim, dan suporter yang selalu ia banggakan. Keputusan ini jelas sangat mengecewakan baginya, tetapi ia yakin bahwa kepentingan bersama untuk klub dan para suporter tidak selalu mengenai kebersamaan dan baktinya untuk klub. Ia juga menyarankan suporter untuk tetap mendukung dewan klub dan FSG.
"Ia(Dalglish) adalah orang yang kami butuhkan selama 18 bulan terakhir untuk melakukan apa yang kami sebut membangun ulang dan menstabilkan tim, ia melakukannya dengan luar biasa dan kami berhutang amat banyak padanya" ucap Ayre dalam pemberitaan Sky Sports. "Namun, penampilan tim secara keseluruhan di liga jelas mengecewakan. Untuk itu kami merasa perlu melakukan perubahan untuk melanjutkan proses membangun tim yang lebih baik" lanjutnya.
Musim panas ini bakal digunakan oleh seluruh manajemen, pemain, dan pengurus klub untuk mempersiapkan musim depan. Dewan pimpinan klub harus menemukan sosok pelatih yang tepat setidaknya sebelum Euro 2012 berakhir, untuk menjalani tur Amerika yang akan mereka jalankan pada akhir Juni mendatang. Sementara bagi para pemain, seperti Dirk Kuyt dan Maxi Rodriguez, pergantian manajer jelas mempengaruhi keputusan mereka untuk hengkang dari tim. Belum ada kejelasan selanjutnya dari klub siapa saja yang akan menyusul sang manajer meninggalkan Melwood, walau santer diberitakan sosok yang dimaksud adalah pelatih Steve Clarke dan Kevin Kean.
Sementara para pendukung akan mengisi musim panas ini dengan makin banyak pembicaraan. Pertanyaan yang muncul pun beragam, "akankah Benitez kembali? atau Roberto Martinez", "Bagaimana jika Capello yang ditunjuk menangani tim ini?", "Benarkah Skrtel ingin meningglakan tim? Lalu bagaimana Suarez?". Ya, jika saja The Great Shank masih hidup, ia pasti setidaknya berkomentar akan hal ini, atau bisa saja ia mengambil alih kendali tim setelah bangkit dari alam sana.
'It was the most difficult thing in the world, when I went to tell the chairman. It was like walking to the electric chair. That's the way it felt.' - Bill Shankly, saat meninggalkan posisi manajer klub
Rabu, 16 Mei 2012
sad day for #LFC
Pada saat bersamaan dengan tulisan ini diketik, situs resmi Liverpool Football Club menurunkan berita penting dengan inti pesan, musim depan Kenny Dalglish tidak akan berada di sisi lapangan sebagai manajer. Sepenggal kalimat dari pemberitaan tersebut sudah dapat menggambarkan apa yang telah terjadi:
Tidak semua fan akan menerima hal ini mungkin. Sekalipun John W.Henry menyanjung secara personal Dalglish sebagai seorang legenda dan penggambaran nyawa klub, tapi bagaimana bisa ia mengambil keputusan untuk memutus kontraknya?. Musim ini setidaknya LFC tampil di dua final dan hanya memenangi salah satu dari kedua final itu. Prestasi di liga merosot. Pembelian pemain tak menghasilkan perubahan dan lebih banyak menyedot pengeluaran.Toh, klub sudah memutuskan tidak menggunakan jasa Damien Comolli sebagai direktur sepakbola.
Tak lebih dari ucapan terima kasih, simpati, dan kalimat kebanggaan "You'll Never Walk Alone" dari para fan mengalir untuk "The King". "Long Live The King!".
nb: Steve Clarke (Asisten Manajer), Ian Ayre (Chief Operation Club) juga dikabarkan meninggalkan posnya di Liverpool belum ada keterangan resmi dari klub sampai tulisan ini diunggah.
Fenway Sports Group (FSG) and Liverpool Football Club announced that Kenny Dalglish is to leave his post today as Manager after having his contract terminated.
After a careful and deliberative review of the season, the Club came to the decision that a change was appropriate. It is not a decision that was reached lightly or hastily.
Tidak semua fan akan menerima hal ini mungkin. Sekalipun John W.Henry menyanjung secara personal Dalglish sebagai seorang legenda dan penggambaran nyawa klub, tapi bagaimana bisa ia mengambil keputusan untuk memutus kontraknya?. Musim ini setidaknya LFC tampil di dua final dan hanya memenangi salah satu dari kedua final itu. Prestasi di liga merosot. Pembelian pemain tak menghasilkan perubahan dan lebih banyak menyedot pengeluaran.Toh, klub sudah memutuskan tidak menggunakan jasa Damien Comolli sebagai direktur sepakbola.
Tak lebih dari ucapan terima kasih, simpati, dan kalimat kebanggaan "You'll Never Walk Alone" dari para fan mengalir untuk "The King". "Long Live The King!".
nb: Steve Clarke (Asisten Manajer), Ian Ayre (Chief Operation Club) juga dikabarkan meninggalkan posnya di Liverpool belum ada keterangan resmi dari klub sampai tulisan ini diunggah.
| King Kenny saat masih mendampingi tim musim lalu (liverpoolfc.tv) |
Langganan:
Postingan (Atom)