Halaman

Tampilkan postingan dengan label Liverpool. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liverpool. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juni 2015

That's All I Can Say








" He is a fantastic communicator. He manages to keep the players happy, even the ones that aren't playing every week. He has a clear philosophy when it comes to how he wants his team to perform. In my eyes he is a very complete coach, considering his tactical and human qualities."

-Gerhard Tremmel , Swansea Goalkeeper (2011-2015), commenting about the manager who brought him to English football, Brendan Rodgers. 







well, Glen Johnson probably won't be agree with Tremmel's comment on how Mr.Rodgers rotate the squad. But wait, in case you missed it, there were one of LFC squad member that always happy even though he does not having much minutes on the pitch or manages to score a goal, Mario Balotelli.  




click here for the complete interview of transfermarkt.co.uk with Gerhard Tremmel

Minggu, 24 Mei 2015

Oh well!








            "I'm 150 percent sure I'll be here next season"
                                                                        -Brendan Rodgers




 Om Brendan mungkin tidak akan menyangka akan teringgal 5 gol dari Stoke City di babak pertama. #YNWA
 


Kamis, 04 Desember 2014

Jenderal Gerrard, dan Dua Kolonel: Lucas dan Kolo

Munculnya Steven Gerrard sebagai penentu kemenangan Liverpool di kandang Leicester City, Rabu (3/12) dini hari, tidak bisa lepas dari berubahnya posisi permainan sang kapten di lini tengah. Berpadu dengan Jordan Henderson dan Lucas Leiva, Gerrard menempati posisi lebih ke depan hampr di sepanjang pertandingan. Maka tak ayal ia nampak nyaman dan mampu mencetak gol melalui pergerakan menusuknya di konak penalti lawan. Tiga orang ini menciptakan kembali penampilan lini tengah seperti musim lalu.  

Lucas tampil cukup menonjol di tengah, menyediakan intersep dan bantuan bagi lini belakang walaupun tak kuasa menahan skema serangan balik Leicester di pertengahan babak pertama. Ia membuat Gerrard bermain tanpa beban, karena tak lagi repot harus turun membantu menjaga lini pertahanan. Di lini belakang juga hadir seorang Kolo Toure, yang bersama Martin Skrtel cukup sigap mengawal Simon Mignolet yang mengalami penurunan performa. 

Dua sosok "senior" di tim asuhan Brendan Rodgers tadi menunjukkan kesiapan mereka apabila diberi kesempatan untuk tampil dari awal. Dua kemenangan berhasil ditorehkan The reds semenjak akhir pekan lalu, lawan berikut akan hadir di kandang sendiri Sabtu (6/12). Gerrard dkk. akan menghadapi Sunderland yang baru saja dihajar Manchester City 1-4 di kandang sendiri.

Senin, 28 April 2014

#WeWillGoAgain

Belum ada jam 10 pagi, SMS masuk, dari Didik, kata-katanya cukup panjang dan kalo ada editornya bisa dimasukin kolom opini tabloid Bola, tapi intinya ya 

LIVERPOOL ISO KALAH KEPIYE? SEDIH RA?

begitu

untungnya udah sarapan, jadi masih ada pikiran jernih balas sms tersebut, yang kemudian dalam bahasa Didik dibilang sebagai "alibi" suporter. anyway perasaan patah hati karena (masih dalam prediksi)gagal juara EPL itu sakit, tapi yo ngopo nggo dipikir.

Masih ada dua pertandingan lagi. Liga belum berakhir. Dan musim ini kita menyaksikan tim pemecah rekor(khususnya di lini depan) klub.

(aku yo isih ndungo iso juara , tapi)kalopun takdir mengatakan kita gagal juara, lihat aja bagaimana proses dan perkembangan tim ini. Punya lini depan bagus, sudah punya bek tangguh, lini tengah solid, dan ramuan taktik dari Brendan Rodgers. Bayangkan kalo skuad musim depan lebih dalam karena faktor finansial klub meningkat pesat karena raihan musim ini.

Sebagai ganjaran lolos ke liga Champion, berada di papan atas liga, meningkatkan sisi finansial klub. Jaminan tersedianya modal dana segar, setidaknya puluhan juta pound menuju bursa transfer musim panas. Uang sebanyak itu juga dibagi untuk menyusun kembali struktur utang klub sebagai bagian mematuhi Financial Fair Play UEFA ,  dan perencanaan pengembangan stadion. Hal itu bisa jadi berat dilakukan kalo saja Reds hanya finis di zona Europa League misalnya.

Hitungan matematis paling apes-optimis ya finis kedua. masih bisa jadi gambaran bekal menatap beberapa musim kedepan. 

Ya segitu aja alibi optimistis kebanyakan itungan berdasar curhat malam ini, saya ingatkan kepada jamaah dan utamanya bagi diri saya sendiri bahwa dukungan nggak boleh kendur, bahkan sampe kapanpun. Cos' We love you Liverpool, We Do, ooo Liverpool we love you!


Minggu, 27 Mei 2012

Cap Pertama Martin Kelly

Bek Martin Kelly, dalam sebuah penampilan di Liga Primer ( source : telegraph.co.uk )

Oslo, Norwegia - Bek kanan muda Liverepool Martin Kelly, untuk pertama kalinya tampil untuk Inggris di level senior dalam pertandingan persahabatan melawan Norwegia pada Sabtu lalu. Ia masuk lapangan pada menit ke-88 untuk menggantikan bek lainnya, Phil Jones. Kelly, 22, sebelumnya mendapatkan kesempatan enam kali tampil membela Inggris di level U-21. Dengan penampilan perdananya tersebut, ia bergabung bersama Steven Gerrard, Stevart Downing, Glen Johnson, dan Andy Carroll sebagai pemain Liverpool yang tampil pada pertandingan yang berlangsung di stadion Ullevi, Oslo. Cap perdana bagi pemuda kelahiran Whiston ini seolah menjadi capaian penting lain bagi karirnya di Liverpool, setelah sebelumnya ia juga menerima gelar Pemain Muda Musim Ini dari para Liverpudlian.

Kamis, 17 Mei 2012

Setelah Dalglish pergi, Shankly ingin hidup lagi

Semangat dan harapan mengenai musim depan, untuk pendukung Liverpool, agaknya dimulai lagi dari titik nol. Secara mendadak manajemen klub yang terdiri dari Fenway Sports Group (FSG) selaku investor, dewan klub, melalui managing director Ian Ayre memutus kontrak manajer Kenny Dalglish. Rabu malam lalu waktu Indonesia, berita ini menghenyak benak para pendukung, menimbulkan keresahan baik di obrolan tatap muka, maupun di banyak akun media sosial. Berita pemutusan hubungan kerja King Kenny sebagai manajer tim, menghapus cerita bahagia pemilihan Steven Gerrard sebagai kapten timnas Inggris di Euro mendatang.

Gelombang rumor langsung saja menerjang, dengan berbagai macam isu dan pergunjingan mengenai manajemen klub secara keseluruhan. Belum lama sebelum pemecatan Dalglish, isu yang ramai diomongkan ialah soal rancangan kostum baru yang resmi dirilis minggu lalu. Ada ketidaksetujuan suporter, utamanya para pejuang dan keluarga korban insiden Hillsborough, tentang pemindahan simbol "justice flames" tanpa konsultasi mendetil dan terkesan tak mengindahkan suara mereka. Kini seakan terkena pukulan kedua, Dalglish meninggalkan tim dan membwa kesedihan bagi banyak pendukung.

Sementara itu, Dalglish dalam wawancaranya dengan Liverpool Echo menyatakan menghormati segala keputusan dan mengungkapkan kebanggaannya selama 18 bulan terakhir berada di tepi lapangan untuk tim, dan suporter yang selalu ia banggakan. Keputusan ini jelas sangat mengecewakan baginya, tetapi ia yakin bahwa kepentingan bersama untuk klub dan para suporter tidak selalu mengenai kebersamaan dan baktinya untuk klub. Ia juga menyarankan suporter untuk tetap mendukung dewan klub dan FSG.

"Ia(Dalglish) adalah orang yang kami butuhkan selama 18 bulan terakhir untuk melakukan apa yang kami sebut membangun ulang dan menstabilkan tim, ia melakukannya dengan luar biasa dan kami berhutang amat banyak padanya" ucap Ayre dalam pemberitaan Sky Sports.  "Namun, penampilan tim secara keseluruhan di liga jelas mengecewakan. Untuk itu kami merasa perlu melakukan perubahan untuk melanjutkan proses membangun tim yang lebih baik" lanjutnya. 

Musim panas ini bakal digunakan oleh seluruh manajemen, pemain, dan pengurus klub untuk mempersiapkan musim depan. Dewan pimpinan klub harus menemukan sosok pelatih yang tepat setidaknya sebelum Euro 2012 berakhir, untuk menjalani tur Amerika yang akan mereka jalankan pada akhir Juni mendatang. Sementara bagi para pemain, seperti Dirk Kuyt dan Maxi Rodriguez, pergantian manajer jelas mempengaruhi keputusan mereka untuk hengkang dari tim. Belum ada kejelasan selanjutnya dari klub siapa saja yang akan menyusul sang manajer meninggalkan Melwood, walau santer diberitakan sosok yang dimaksud adalah pelatih Steve Clarke dan Kevin Kean. 

Sementara para pendukung akan mengisi musim panas ini dengan makin banyak pembicaraan. Pertanyaan yang muncul pun beragam, "akankah Benitez kembali? atau Roberto Martinez", "Bagaimana jika Capello yang ditunjuk menangani tim ini?", "Benarkah Skrtel ingin meningglakan tim? Lalu bagaimana Suarez?". Ya, jika saja The Great Shank masih hidup, ia pasti setidaknya berkomentar akan hal ini, atau bisa saja ia mengambil alih kendali tim setelah bangkit dari alam sana.  

'It was the most difficult thing in the world, when I went to tell the chairman. It was like walking to the electric chair. That's the way it felt.' - Bill Shankly, saat meninggalkan posisi manajer klub

Rabu, 16 Mei 2012

sad day for #LFC

Pada saat bersamaan dengan tulisan ini diketik, situs resmi Liverpool Football Club menurunkan berita penting dengan inti pesan, musim depan Kenny Dalglish tidak akan berada di sisi lapangan sebagai manajer. Sepenggal kalimat dari pemberitaan tersebut sudah dapat menggambarkan apa yang telah terjadi:

Fenway Sports Group (FSG) and Liverpool Football Club announced that Kenny Dalglish is to leave his post today as Manager after having his contract terminated.
After a careful and deliberative review of the season, the Club came to the decision that a change was appropriate. It is not a decision that was reached lightly or hastily.

Tidak semua fan akan menerima hal ini mungkin. Sekalipun John W.Henry menyanjung secara personal Dalglish sebagai seorang legenda dan penggambaran nyawa klub, tapi bagaimana bisa ia mengambil keputusan untuk memutus kontraknya?. Musim ini setidaknya LFC tampil di dua final dan hanya memenangi salah satu dari kedua final itu. Prestasi di liga merosot. Pembelian pemain tak menghasilkan perubahan dan lebih banyak menyedot pengeluaran.Toh, klub sudah memutuskan tidak menggunakan jasa Damien Comolli sebagai direktur sepakbola. 



Tak lebih dari ucapan terima kasih, simpati, dan kalimat kebanggaan "You'll Never Walk Alone" dari para fan mengalir untuk "The King". "Long Live The King!".



nb: Steve Clarke (Asisten Manajer), Ian Ayre (Chief Operation Club) juga dikabarkan meninggalkan posnya di Liverpool belum ada keterangan resmi dari klub sampai tulisan ini diunggah.

King Kenny saat masih mendampingi tim musim lalu (liverpoolfc.tv)
  

Selasa, 08 Mei 2012

Unjuk Gigi

source: http://www.liverpoolfc.tv
Rabu malam WIB, atau Selasa malam waktu Inggris Raya, Anfield akan menggelar pertandingan liga terakhir pada musim ini. Chelsea akan datang bertamu, hanya beberapa hari setelah mengalahkan komplotan merseyside merah di Wembley. Setidaknya harapan masih terjaga bagi para pendukung di seantero dunia bahwa musim depan akan jauh lebih baik. Andy Carroll mencetak gol konsolasi di final akhir pekan lalu. Bahkan bola hasil sundulan kerasnya di penghujung pertandingan memancing debat soal kebijakan FA yang ngotot menerapkan teknologi garis gawang. Selasa malam ini Kenny Dalglish juga wajib menyokong anak buahnya mengungguli Chelsea setelah dipastikan masih menjadi nahkoda tim di musim depan. Semua, termasuk pasar taruhan, berharap Liverpool dapat melakukan revans agar setidaknya memberikan seremonial penutup tirai musim yang berkesan.

Senin, 16 Mei 2011

LIVERPOOL NUMBER 18: PLAYER OF THIS SEASON

image(s) source: liverpoolfc.tv


Pencetak gol terbanyak dan salah satu penampil paling konsisten musim ini untuk Liverpool. Pesepakbola dengan tenaga kuda. Penyerang ulet di liga primer. Dan juga andalan timnas Belanda. Dirk Kuyt pantas dinobatkan sebagai pemain musim ini untuk Liverpool.

13 gol dari 31 penampilan musim ini bukanlah hal yang buruk. Mengingat beberapa bulan lalu kondisi internal klub sedang dalam masa-masa sulit. Namun, ketika ia turun bertanding, semangatnya dalam mengejar bola dan bekerja dalam tim mampu memberikan semangat tersendiri kepada fan. Kuyt jelas bukan sosok gelandang lincah pengatur permainan nan tampan yang digemari banyak wanita, jujur saja. Namun, kegigihan dan kemampuannya menjadi pemain serbabisa di berbagai posisi bisa jadi membuat manajer tim manapun menaruh hormat. 

jeals bukan tampang idola wanita. tapi dia jenius!


Satu kelakar penuh pujian datang dari manajer timnya, Dalglish. "Jujur, Kuyt bermain sangat bagus di kanan, kiri, dan dari sisi dalam lapangan tengah. Sulit untuk tidak memasukkannya dalam lineup, atau justru saya yang akan bingung menyuruhnya bermain di posisi apa!". Pencapaian terbaik dalam karirnya di Liverpool pun sudah ia capai. Hattrick pertama untuk klub, memecahkan rekor pribadi untuk urusan gol (sebelumnya hanya 12), dan bahkan acapkali mendapat gelar man of the match.

Jelas saja timnya tidak membutuhkan Torres, kalau ia bisa secemerlang ini sepanjang sisa karirnya.


tulisan ini adalah pendapat dan analisis pribadi penulis. penghargaan Player of the Season selengkapnya ada pada situs resmi LIverpool. http://www.liverpoolfc.tv.

Rabu, 04 Mei 2011

Rangnick, Dalglish, Montella.

Mungkin ada dari anda sekalian, yang tidak terlalu menggemari sepak bola. Sehingga tak familiar pula dengan ketiga nama diatas. Sebagai gambaran singkat, ketiganya berasal dari negara, tradisi, dan latar belakang sepak bola yang berbeda. Ralf Rangnick, nama yang pertama, adalah orang Jerman, 52 tahun, berkacamata dan murah senyum. Ia besar sebagai pelatih tim papan atas di Bundesliga kompetisi utama liga Jerman. Kenny Dalglish, 60 tahun, adalah pria Skotlandia yang melegenda di Liverpool, penyerang andal pada era 70an, dan dicintai oleh para penggemar. Vincenzo Montella, 36 tahun, juga bekas penyerang. Italiano ini besar di klub AS Roma, walaupun sebenarnya dibesarkan di akademi Sampdoria saat muda.

Ketiganya kini menjabat sebagai pelatih, di klubnya masing-masing. Rangnick di Schalke, Dalglish di Liverpool, dan Montella di Roma. Dalglish dan Montella memiliki kesamaan dalam hal posisi bermain di masa lalu, juga melatih untuk klub yang membesarkan mereka, tak berbeda jauh dengan yang dialami Josep Guardiola sekarang di Barcelona. Lalu apa istimewanya? dan mengapa saya harus membuat catatan tentang ketiga orang ini?.

Mari kita mulai...

Sepakbola di masa modern, menuntut banyak hal. Salah satunya prestasi berupa kemenangan di kompetisi liga atau kejuaraan lain tingkat domestik, regional, bahkan internasional. Jika gagal meraih prestasi dalam cakupan tertentu,  tekanan muncul dari manajemen klub dan tak jarang pula suporter, terhadap sebuah tim. Secara singkat, mereka membutuhkan sosok untuk disalahkan, dan kemudian dilengserkan dengan alasan ingin meraih prestasi yang lebih baik.


Ketiga pelatih diatas, tidaklah dalam ancaman pemecatan. Sebaliknya merekalah sosok andalan yang diharapkan oleh manajemen klub masing-masing untuk mengganti para pelatih di rezim sebelumnya. kesamaannya(lagi) mereka hadir di pertengahan musim...

Rangnick menggantikan posisi Felix Magath di Schalke 04. hanya beberapa bulan setelah ia mengundurkan diri dari klub sebelumnya TSV Hoffenheim. Sebelum Rangnick mengambil alih kendali tim, Schalke berada di papan bawah klasemen Bundesliga, dan memainkan sepakbola membosankan. Situasi kamar ganti klub pun digambarkan mengalami situasi yang tidak mengenakkan. "Tidaklah nyaman untuk bermain di lapangan, dengan pelatih yang bertangan besi" begitulah gambaran salah seorang pemain Schalke Jefferson Farfan di pertengahan musim tepat sebelum Magath dipecat oleh manajemen Schalke.

Entah tuah macam apa yang ada di tangan dier trainer Rangnick ini, semenjak ia kembali ke dalam klub situasi berubah. Para pemain nampak bebas di lapangan, Schalke naik ke papan tengah klasemen menjelang akhir musim, dan kini menantang Manchester United di seminal LCE. Ya, Rangnick kembali dalam The Royal Blues, yang hampir dibawanya menjuarai liga di penghujung musim 2005/2006. Dirinyalah yang menemukan kiper junior bernama Manuel Neuer, dan rela bersitegang dengan kiper utama dan kapten tim Frank Rost demi menurunkannya di tiga laga terakhir liga musim itu. Kini, Neuer adalah penjaga gawang utama, baik Schalke dan timnas Jerman. Ban kapten pun melingkar di lengan kirinya semenjak dua musim terakhir.

Rangnick mungkin tak hanya pandai meracik tim dalam formasi terbaik. Ia berhasil mengeluarkan performa utama dari beberapa pemain di timnya. Selain Neuer, masih ada para bek cemerlang dalam Christoph Metzelder, Atsuso Uchida, dan Joel Matip. Gelandang energik Farfan, Eduardo da Silva, serta ujung tombak gaek yang ikonik, Raul. Jangan heran apabila banyak pemerhati sepakbola yang menantikan bentuk Schalke di musim yang akan datang di bawah arahan Ragnick.


Di pesisir barat Inggris, sebuah klub klasik bernama Liverpool, membutuhkan bantuan. Berada di luar posisi 10 besar di klasemen liga primer. Juga mengalami sederet kegagalan di piala FA dan piala Liga. Roy Hodgson adalah nama kakek yang disalahkan oleh banyak pihak, utamanya para suporter, dalam kemalangan ini. Posisinya goyah dan akhirnya pihak pengelola dan dewan klub menggantinya dengan seorang legenda. Dalglish. Keputusan ini disambut oleh banyak pihak dengan kegembiraan, tak kecuali Dalglish sendiri. "Ini(penunjukan sebagai manajer Liverpool) adalah sesuatu yang membangkitkan kembali gairah saya setelah 20 tahun lalu(saat terakhir kali melatih sebuah klub)." ucapnya di suatu kesempatan. 

Dari sekedar tim yang dianggap telah berubah menjadi sekedar tim semenjana di liga, Dalglish memiliki rekor menakjubkan semenjak menangani tim. Hingga awal bulan Mei 2011, saat tulisan ini dibuat, Dalglish hanya memiliki catatan kekalahan sebanyak 3 kali di segala kompetisi semenjak ia bergabung. Membawa Liverpool kembali ke papan atas liga, dan merekrut dua nama besar dalam bursa transfer Januari. Luis Suarez, dan Andrew Carrol. Kehilangan kapten dan pemimpin ruang ganti Steven Gerrard hingga akhir musim tak menyurutkan tren bagus yang ia bawa. Untuk menggantikannya, duet Lucas dan Raul Meireles untuk sementara mampu menjadi dinamo pengganti yang bahkan membuat pendukung sejenak melupakan Gerrard. 

"Dia (Dalglish), memabawa kepercayaan diri dan senyuman di wajah para pemain dan setiap orang di kamar ganti." komentar singkat yang menyenangkan dari bek sayap Liverpool dan Timnas Inggris Glenn Johnson.
Dalglish adalah pelatih terakhir yang membawa Liverpool menjuarai liga tertinggi Inggris lebih dari 20 tahun lalu. Pesonanya membawa ketentraman, tak hanya bagi Johnson, namun juga pemain, dan tentunya Liverpudlian di seluruh dunia.

"Saya mengakui hal ini sebagai kesalahan saya, dan dengan ini saya menyatakan akan pergi sesegera mungkin". Tahun baru 2011 mungkin disambut meriah di penjuru kota Roma, namun ada satu orang diantara jutaan penduduk kota itu yang tidak merasakan hal yang sama. Claudio Ranieri. Ia adalah orang di balik kendali kepelatihan tim utama AS Roma dalam tiga tahun terakhir dan terancam diberhentikan karena datangnya kekalahan telak beruntun di kompetisi Serie A. Ia nampak legawa dan (terpaksa)menyalahkan dirinya sendiri atas hasil buruk tersebut. Padahal bagi yang memaklumi, kondisi tim juga dalam kondisi keuangan yang labil, pemain andalan bergantian cedera, dan bahkan dimaki secara simultan oleh pendukungnya sendiri di tempat latihan. Tentu saja, dengan tekanan macam ini, Ranieri merasa ciut. Lalu mengapa Montella dipilih?

Singkat cerita Montella adalah pelatih dim junior dan primavera Roma, sebelum akhirnya melatih tim utama yang bahkan terdiri dari pemain yang pernah bermain bersamanya di lapangan beberapa musim silam, Fransesco Tottti salah satunya. Rekor yang ia torehkan pun tidak bagus-bagus amat di liga. dari 10 pertandingan awal, Emapt kali sudah timnya mengalami kekalahan dan tiga kali imbang. Namun, dukungan datang dari manajemen dan pemilik baru klub, Thomas DiBernedetto.


Nilai yang dapat diambil dari ketiga manajemen klub yang memutuskan menggunakan jasa mereka, murni perkara kedekatan secara psikologis. Mental pemain dalam tim harus dibantu oleh sosok yang mengerti benar dan pernah setidaknya menorehkan prestasi luar biasa dalam klub. Sehingga, ia pun menjadi anutan dalam tim. Manajer atau Pelatih utama adalah sosok yang harusnya tahu betul kualitas, fasilitas, dan mentalitas tim. Bukan hanya menggerakkan tim untuk mencari kepentingan dan obsesi pribadi. ya semoga pemimpin PSSI yang baru dapat membawa timnas kita terbang tinggi. wassalam.

*ditulis sembari memanajeri tim championship division Inggris, Barnsley. tentunya di gim Footbal Manager