Halaman

Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jepang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Juni 2015

Nagatomo: Saya Ingin Bertahan di Inter

Bek kiri tim nasional Jepang, yang juga punggawa Inter Milan, Yuto Nagatomo menyanggah kabar yang menyatakan dirinya akan berganti kostum musim depan. Nagatomo, 28, menyampaikan pernyataan tersebut seusai tampil mengalahkan Irak empat gol tanpa balas di Yokohama International Stadium, Kanagawa, Jepang pada Kamis (10/6) malam waktu setempat. 

Seperti dikutip oleh laman berita Football Channel Asia, Ia mengaku belum mendengar kabar mengenai rencana dirinya akan dibarter dengan gelandang asal Sampdoria, Eder. "Saya mencintai Inter, tentu saya ingin tetap menjadi bagian dari klub dimana saya sudah bermain selama lima tahun belakangan" tutur mantan bek Cesena tersebut. 

Di sisi lain, dalam pertandingan ujicoba yang juga bertajuk Kirin Challenge Cup 2015 tersebut, Nagatomo tampil penuh sejak awal pertandingan. Ini merupakan pertandingan penuh pertama Nagatomo bersama Nippon daihyo, semenjak kekalahan di fase perempat final Piala Asia di bulan Januari lalu atas Uni Emirat Arab. Saat itu, Jepang harus meraasakan pengalaman pahit tersingkir melalui babak adu tendangan penalti.

Senin, 01 Juni 2015

Muto Mantap Menuju Mainz

Sabtu, 30 Mei 2015. FC Tokyo berhasil memenangkan pertandingan pekan ke-14 paruh pertama kompetisi J1 League atas lawannya Kashiwa Reysol. Sang tuan rumah harus bekerja keras untuk menang dengan skor 2-1, hasil ini membawa mereka naik peringkat menuju posisi ketiga di klasemen sementara. Pada penghujung pertandingan suasana Ajinomoto Stadium di wilayah Chofu, Tokyo, ramai oleh riuh rendah suporter, tapi mood kegembiraan sejenak berubah. 

Sebuah pengumuman disiarkan melalui layar elektronik dan pengeras suara meminta sebanyak 23.439 penonton yang hadir untuk berkenan tidak meninggalkan stadion selepas laga usai. Pada beberapa sudut tribun, sebagian suporter(dan juga awak media) paham bahwa klub akan menyampaikan sebuah kabar perpisahan. Yoshinori Muto, penyerang utama dan pencetak gol terbanyak musim ini akan bergabung dengan klub asal Jerman, FSV Mainz 05.





Muto, 22, adalah salah satu aset besar terkini milik FC Tokyo, ia juga salah satu pemain yang paling bersinar di liga musim ini. Berposisi sebagai penyerang sayap maupun tengah, Muto tampil secara reguler bersama FC  Tokyo semenjak musim 2014. Dalam 33 penampilan di musim perdananya Muto mampu mencetak 13 gol, menyamai rekor bagi pemain debutan di liga Jepang. Prestasi ini langsung mengganjarnya sebagai salah satu pemain masa depan negeri sakura. 


Pada bulan April, namanya mencuat ke permukaan, beberapa media asal Inggris mengabarkan ketertarikan Chelsea kepada sosok bernomor punggung 14. Chelsea di sisi lain juga tengah terkonfirmasi menjajal membuka kemungkinan mengembangkan brand mereka di negara kekaisaran tersebut. Jalinan kesepakatan antara pabrik ban Yokohama yang dikabarkan mencapai 40 juta poundsterling membuat Chelsea siap mengangkat nama Muto. Namun sepertinya, seorang Yoshinori Muto sudah memiliki keteguhan hati untuk menentukan masa depannya.

Mengambil kesempatan untuk pindah ke Bundesliga jelas keputusan besar, namun bagi Muto segalanya seakan sudah lebih jelas. Ketimbang bernasib sekedar menjadi pin-up boy layaknya Shinji Kagawa ketika diangkut Manchester United, Chelsea juga belum tentu memberikannya kesempatan bermain reguler. Hal tersebut pun terang-terangan diakui pria yang lulus dari fakultas ekonomi Universitas Keio, Tokyo ini ketika diwawancarai oleh SkySports. "Saya hanya mencoba realistis dan memilih tim yang sesuai dengan level permainan saya sendiri" beber Muto dalam wawancara beberapa hari lalu.


Yoshinori Muto Menyapa Penggemar Seusai Laga - Photo : Dan Orlowitz/Football Channel Asia
Faktor lain yang bisa melatarbelakangi keputusannya hijrah ke Mainz 05 adalah pemain kunci klub tersebut musim ini yang juga berkebangsaan Jepang, Shinji Okazaki. Mengemas 12 gol dalam 32 penampilan liga, Okazaki membawa timnya bertengger di papan tengah liga. Liga utama Jerman juga tidak asing bagi pemain Jepang, atau pemain asal negeri Asia lain, sehingga wajar bagi Muto untuk memilih berkompetisi di level tersebut. 

Bagi penyelenggaraan liga Jepang, kehilangan bakat bersinar yang mampu menggaet penonton untuk datang ke stadion mungkin sebuah kerugian. Sisi lain, ini merupakan sebuah kebanggaan bagi pembinaan sepakbola Jepang. Pelatih tim nasional saat ini, Vahid Halilhodzic pun menyebut Muto membutuhkan pengalaman bermain secara reguler di Eropa. Belum jelas apakah Muto masih akan tampil di tiga laga sisa FC Tokyo di paruh pertama J1 League musim ini, apabila tidak, maka gol kemenangan atas Reysol di laga kandang Sabtu malam itu adalah hadiah perpisahan yang indah.




Sabtu, 23 Mei 2015

Diuntungkan Kesalahan Morishige, Grampus Menang

Pekan ke-13 Meiji Yasuda J1 League, alias liga utama Jepang mempertemukan dua tim terluka. FC Tokyo memiliki beban untuk memulihkan diri usai mengalami kekalahan 1-4 dari Urawa Reds. Sementara bagi Nagoya Grampus, gagal mencetak gol serta mengalami kekalahan sebanyak 3 kali beruntun di liga, jelas bukan modal bagus saat bertandang ke Ajinomoto Stadium. Tuan rumah sendiri tidak dalam kondisi terbaik, Michele Canini pilar lini belakang mereka harus absen akibat akumulasi kartu.

Mengawali pertandingan, FC Tokyo berinisiatif untuk unggul terlebih dahulu di babak pertama. Dengan melakukan tekanan dengan garis pertahanan tinggi dan bermain secara agresif, tuan rumah berhasil memperoleh sejumlah kesempatan. Kosuke Ota dan Yoshinori Muto berulang kali menjadi poros serangan FC Tokyo melalui sisi kanan pertahanan Nagoya Grampus. Takuji Yonemoto mendapatkan peluang saat salah satu bola hasil umpan silang Ota menemui kepalanya, sayang bola hasil sundulan Yonemoto masih belum menemui sasaran. Masato Morishige, kapten tuan rumah, juga memperoleh peluang yang hampir sama namun berhasil dimentahkan penjaga gawang Seigo Narazaki, penjaga gawang Grampus.

Mengandalkan Serangan Balik

Keadaan imbang tanpa gol di babak pertama, memaksa FC Tokyo langsung menancap gas begitu memulai babak kedua. Seusai membawa bola melewati hadangan lini belakang Grampus, Muto melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang berhasil dimentahkan Narazaki. Kubu lawan bukan berart tak melakukan perlawanan. Diuntungkan agresivitas lini sayap tuan rumah, Grampus berkali-kali memperoleh kesempatan melakukan serangan balik. Milivoje Novakovic memperoleh peluang emas di depan gawang tuan rumah, namun sentuhan kepalanya gagal menemui bola yang datang dari umpan lambung lini tengah Grampus.

Tak lama setelah peluang yang diperoleh Novakovic, terjadilah situasi yang merubah situasi pertandingan. Tomoya Koyamatsu berhasil menembus sisi kiri pertahanan FC Tokyo melalui situasi serangan balik. Ia melepaskan bola ke kotak penalti lawan. Bola memang tak menemui pemain Grampus, namun naas bagi Morishige antisipasinya terhadap bola hasil sepakan Koyamatsu berubah arah menuju gawang sendiri. Memasuki menit ke-75 Grampus pun unggul atas FC Tokyo, 1-0.

Kekalahan Ketiga Beruntun

Pasukan tuan rumah segera terlecut untuk menyamakan kedudukan, meningkatnya tempo pertandingan membuat sejumlah pemain melakukan pelanggaran keras. Pemain pengganti Nagoya Grampus, Ryota Isamura bahkan harus meninggalkan lapangan pertandingan akibat menerima dua kartu kuning dalam selang waktu 5 menit. Dua peluang emas diperoleh FC Tokyo melalui tendangan bebas Ota, serta bola mendatar sepakan Hirotaka Mita yang gagal disambar Yohei Hayashi di depan gawang Grampus. Akibatnya, FC Tokyo gagal menyamakan kedudukan hingga akhir pertandingan

Kekalahan ini merupakan yang kempat di liga bagi FC Tokyo, dan ketiga kalinya secara beruntun. Sementara bagi tim lawan, mereka menorehkan catatan kemenangan pertama setelah tiga minggu kalah beruntun. Kemenangan ini mendongkrak posisi tim asuhan Akira Nishino di klasemen sementara J1 League. Mereka berada di posisi 9, sementara FC Tokyo harus rela turun di peringkat kelima.


FC Tokyo: 0
1.Shuichi GONDA; 2.Yohei TOKUNAGA, 3.Masato MORISHIGE, 29.Kazunori YOSHIMOTO, 6.Kosuke OTA; 4.Hideto TAKAHASI, 7 Takuji YONEMOTO, 10.Yohei Kajiyama (23.Yohei HAYASHI/82'); 14.Yoshinori MUTO, 17.Hiroki KAWANO (8.Hirotaka MITA/73'), 20.Ryoichi MAEDA (15. Nououi LASSAD/85');

Nagoya Grampus: 1 (Morishige .og 73')
1. Seigo NARAZAKI; 19.Kisho YANO, 2.Akira TAKEUCHI, 4.Marcos Tulio TANAKA, 6.Yuki HONDA; 22.Tomoya KOYAMATSU (17.Riki MATSUDA/89'), 8.DANILSON (13.Ryota ISOMURA/59'), 20. Asahi YADA, 10. Yoshizumi OGAWA (32.Kengo KAWAMATA/46'); 11.Kensuke NAGAI, 18. Milivoje NOVAKOVIC;

Ajinomoto Stadium (Attendance: 23,460)

Rabu, 20 Mei 2015

Ketika Gamba, sang Juara Jepang, Menyapa Anak Magang

"NJIR! Gamba Osaka! Gue harus berangkat liputan!" begitu kiranya pekik dalam hati saat mengetahui Gamba Osaka mampir ke Jakarta. Saat itu, saya sedang magang di sebuah media olahraga ibukota dan mengiba kepada seorang mentor untuk diajak meliput. Jadilah saya diutus meliput pertandingan yang berlangsung tanggal 24 Januari lalu itu.

Sejatinya, karena saya magang di desk sepakbola nasional, liputan tertuju kepada sang tuan rumah, Persija. Mereka menggelar laga ujicoba tersebut sebagai persiapan menjelang bergulirnya kompetisi Liga Super(saat itu belum dimulai, apalagi ada bayangan dibubarkan). Sejumlah pemain kunci tim "Macan Kemayoran", termasuk legiun asing anyar mereka, didera cedera sehingga hampir tidak ada yang mengharapkan mereka mengimbangi kekuatan tim tamu. 

Begini kiranya bentuk coretan liputan setelah laga:

Babak pertama berlangsung terbuka, Gamba menguasai penguasaan bola mereka menunggu membaca pola permainan dan melihat celah di lini belakang persija
persija berusaha untuk menginisiasi serangan cepat ketika mereka menguasai bola lini . Gamba memainkan formasi 3-5-2 sementara Persija 4-1-4-1
Gol Gamba melalui Usami tercipta ketika persija gagal memotong alur serangan gamba dari lini tengah. menit ke 35 Usami merepotkan dari awal laga bsejumlah peluang dan solo run dia lakukan
Babak kedua Gamba menurunkan tim berbeda dengan formasi 4-4-2. Dua legiun asing lini depan Patric dan Lins Lima tampil. Gamba lebih berani tampil menyerang mengetahui celah dan lini belakang Persija yang naik. 
Lins Lima de Brito berhasil mencetak dua gol hasil dari memanfaatkan kesalahan di lini belakang persija. Persija beberapa kali mencoba memberi perlawanan melalui upaya dari Adam Alis, dan Martin Vunk namun penyelesaian akhir mereka belum menemui sasaran.
Menjelang pertandingan berakhir (85) Patric berhasil mencetak gol keempat bagi gamba setelah menerima umpan silang dari sisi kiri pertahanan Persija. 
Pasca Pertandingan : 
Kenta Hasegawa (Pelatih Gamba Osaka):
Kami buta kekuatan persija, kami mulai menemukan ritme pertandingan setelah mampu unggul dua gol, dalam pertandingan para pemain  menghadapi tekanan penonton, iklim yang berbeda, cukup menggambarkan apa yang mereka kami temui di ACL. Saya akui tujuan utama tim memang untuk menang terlepas dari perlawanan persija dan resiko cedera para pemain
Rahmad Darmawan:
Ia mencoba dua susunan pertahanan yang tampil cukup rapi di babak pertama, namun kelemahan organisasi dan telat membangun serangan menjadi kendala dalam mengejar ketertinggalan. Kami masih harus membenahi konsentrasi dan koordinasi lini belakang, mengedepankan efisiensi dalam membangun serangan, dan membangun chemistry dalam tim.

Hasil akhir laga ujicoba yang disponsori oleh perusahaan elektronik Panasonic dan saluran televisi kabel WakuWaku Japan tersebut memang berakhir dengan skor telak untuk Gamba. Namun,kemenangan telak tersebut kurang menggambarkan kekuatan sesungguhnya dari Gamba. Yasuhito Endo, Yasuyuki Konno, dan Masaaki Higashiguchi masih membela Jepang di Piala Asia. Alasan ketiganya terpilih membela Jepang, adalah peran besar mereka dalam perjalanan Gamba meraih gelar juara liga di musim sebelumnya. Saya juga dibuat penasaran apakah tanpa kehadiran ketiganya mereka akan tampil seperti juara liga di Jakarta, alasan yang mendorong saya untuk meminta kesempatan untuk meliput pertandingan. Jawaban: mereka sungguh bermain baik di depan puluhan ribu Jakmania dan ratusan WN Jepang yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

"Saya hanya ingin tim ini meraih kemenangan demi kemenangan, siapapun lawannya, lagipula musim depan(saat ini-ed) akan lebih berat ketimbang saat kami meraih juara" ujar Hasegawa saat mengakhiri konferensi pers di akhir pertandingan. Hasegawa-san tak sembarang melempar pernyataan, selain memiliki beban mempertahankan gelar, mereka harus terjun di ajang Asian Champions League, kompetisi yang klub ini juarai pada musim 2008. Tulisan ini dibuat sesaat setelah tim ini meraih kemenangan tandang mereka ke Seoul di babak 16 besar. Faktanya, untuk lolos ke fase gugur ini pun, mereka harus bersusah payah dan mengandalkan rekor head-to-head dengan tim lain di fase grup. 

Empat bulan semenjak Gamba menyapa, anak magang yang sama kembali menjadi penggemar biasa, menikmati liga Jepang melalui siaran televisi. Sejauh ini, Gamba bercokol di posisi dua klasemen liga setelah sebelas pekan berjalan. Takashi Usami juga menggila dengan mencetak sembilan gol, dipanggil ke timnas, dan menjadi pemain terbaik untuk bulan Mei. Sulit membendung mereka menuju gelar juara 2015.