Halaman

Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2015

Jangan Lupa Belanja






Baru datang tiga pemain baru berstatus gratis, pun hanya satu diantaranya yang memiliki jaminan kualitas. Sebagai suporter saja, saya sudah hampir malas membuka laman resmi klub mengharap rumor yang beredar terwujud nyata. Musim panas memang harusnya dihiasi dua hal, mbak-mbak girlgroup yang heboh bikin comeback penggoda iman, dan kegilaan klub liga primer menghamburkan uang di bursa pemain. Semoga semua kabar baik datang dalam waktu dekat. 
Dimulai pada 1 Juli.

Kamis, 18 Juni 2015

Penyerang Internasional Prancis Hijrah Ke Meksiko

Andre-Pierre Gignac memutuskan untuk tidak memperpanjang hubungannya dengan klub Olympique Marseille. Salah satu pencetak gol terbanyak Ligue 1 musim 2014-2015 dengan 21 gol ini, diduga mengambil keputusan untuk hengkang karena tidak akur dengan pelatih kepala Marcelo Bielsa. Sebagai catatan, Bielsa gagal membawa Marseille untuk bersaing di papan atas liga utama Perancis setelah dalam paruh kedua musim mencatatkan rekor buruk dimana tujuh pertandingan berakhir dengan kekalahan.

Rumor kepindahan Gignac, membuat sejumlah klub dari daratan eropa dikaitkan sebagai destinasi karir sang penyerang berikutnya. Sejumlah tim liga primer Inggris seperti Newcastle, West Ham tertariik memboyong pemain yang mencetak enam gol bagi tim nasional Perancis. Begitu juga rumor yang menyebutkan ketertarikan Dynamo Moscow(Rusia), dan salah satu klub papan tengah Serie A, Fiorentina. Rupanya, pria berusia 29 tahun tersebut memilih untuk mengambil opsi lain.

Seperti dilansir dari beberapa media olahraga baik Perancis maupun Eropa pada Selasa (17/6) waktu setempat, Gignac resmi mengikat kesepakatan untuk membela klub liga Meksiko, Tigres. Menurut laporan Goal.com, dan beberapa sumber lain, Gignac akan diikat selama tiga tahun dengan perkiraan nilai kontrak mencapai empat juta dolar amerika per tahunnya.

Selain mendatangkan mantan penyerang Touluse tersebut, Tigres juga merogoh kocek mereka sangat dalam untuk mendaratkan bintang muda Meksiko Jurgen Damm asal klub Pachuca, dan penyerang Villareal asal Nigeria, Ikechukwu Uche. Aktivitas beli pemain yang dilakukan oleh Tigres bisa dibilang sebagai yang paling aktif dan termahal di liga Meksiko musim panas ini.

Liga utama negeri Meksiko sendiri akan memulai musim barunya pada akhir Juli nanti. Namun, kompetisi terdekat yang akan dihadapi Tigres adalah kompetisi antar klub amerika selatan, Piala Libertadores. Tigres melaju ke babak semifinal dan akan menghadapi lawannya asal Brasil, SC Internacional pada tanggal 16 Juli mendatang.

 

Rabu, 17 Juni 2015

Pekan Pertama EPL, Liverpool Kembali Tandang ke Britannia

Jadwal musim 2015/2016 liga primer Inggris telah dirilis pada Rabu (17/6), waktu setempat. Sejumlah pertandingan menarik akan tersaji langsung di pekan perdana musim depan. Juara musim lalu, Chelsea, akan memulai perjuangan mempertahankan gelar dengan menjamu Swansea di Stamford Bridge. Newcastle United, yang akan dipimpin pelatih baru Steve McClaren, menunggu kunjungan dari tim penuh kejutan musim lalu, Southampton. Sementara salah satu kandidat peringkat empat besar lainnya, Tottenham Hotspur, akan memulai musim dengan menyambangi Old Trafford untuk menantang Manchester United.

Yang unik, Liverpool kembali akan bertandang ke Britannia Stadium, kandang Stoke City, berselang kurang dari 3 bulan dari kekalahan 1-6 di tempat yang sama. Leicester City akan menjamu Sunderland, satu-satunya lawan yang gawangnya tidak mampu mereka bobol dalam dua pertemuan musim lalu. Sementara dua dari tiga tim promosi musim ini berkesempatan memulai musim dengan pertandingan kandang. AFC Bournemouth akan menjamu Aston Villa, sedangkan Norwich City akan kembali menggelar laga EPL di Carrow Road setelah absen semusim dengan menjamu Crystal Palace.


Berikut adalah jadwal lengkap pekan perdana EPL musim 2015/2016 pada 8 dan 9* Agustus 2015:

AFC Bournemouth v Aston Villa
Arsenal v West Ham United
Chelsea v Swansea City
Everton v Watford
Leicester City v Sunderland
Manchester United v Tottenham Hotspur
Newcastle United v Southampton
Norwich City v Crystal Palace
Stoke City v Liverpool
West Bromwich Albion v Manchester City 



jadwal lengkap dapat diakses di laman ini

*waktu pertandingan masih dapat berubah

Kamis, 11 Juni 2015

Nagatomo: Saya Ingin Bertahan di Inter

Bek kiri tim nasional Jepang, yang juga punggawa Inter Milan, Yuto Nagatomo menyanggah kabar yang menyatakan dirinya akan berganti kostum musim depan. Nagatomo, 28, menyampaikan pernyataan tersebut seusai tampil mengalahkan Irak empat gol tanpa balas di Yokohama International Stadium, Kanagawa, Jepang pada Kamis (10/6) malam waktu setempat. 

Seperti dikutip oleh laman berita Football Channel Asia, Ia mengaku belum mendengar kabar mengenai rencana dirinya akan dibarter dengan gelandang asal Sampdoria, Eder. "Saya mencintai Inter, tentu saya ingin tetap menjadi bagian dari klub dimana saya sudah bermain selama lima tahun belakangan" tutur mantan bek Cesena tersebut. 

Di sisi lain, dalam pertandingan ujicoba yang juga bertajuk Kirin Challenge Cup 2015 tersebut, Nagatomo tampil penuh sejak awal pertandingan. Ini merupakan pertandingan penuh pertama Nagatomo bersama Nippon daihyo, semenjak kekalahan di fase perempat final Piala Asia di bulan Januari lalu atas Uni Emirat Arab. Saat itu, Jepang harus meraasakan pengalaman pahit tersingkir melalui babak adu tendangan penalti.

Rabu, 10 Juni 2015

That's All I Can Say








" He is a fantastic communicator. He manages to keep the players happy, even the ones that aren't playing every week. He has a clear philosophy when it comes to how he wants his team to perform. In my eyes he is a very complete coach, considering his tactical and human qualities."

-Gerhard Tremmel , Swansea Goalkeeper (2011-2015), commenting about the manager who brought him to English football, Brendan Rodgers. 







well, Glen Johnson probably won't be agree with Tremmel's comment on how Mr.Rodgers rotate the squad. But wait, in case you missed it, there were one of LFC squad member that always happy even though he does not having much minutes on the pitch or manages to score a goal, Mario Balotelli.  




click here for the complete interview of transfermarkt.co.uk with Gerhard Tremmel

Rabu, 03 Juni 2015

3 Juni, Hari Baru di Madrid






" The main thing for my development was the winning mentality Real Madrid has. "
- Rafael Benitez, (FourFourTwo, September 2011)





Rafael Benitez in 2011, speaking about his early management and coaching apprenticeship at various Real Madrid outfits. Starting today he's the new first team manager of El Real. Congratulations seƱor!






Selasa, 02 Juni 2015

Myanmar Borong 4 Gol ke Gawang Indonesia

Singapura (2/6) - Berinisiatif melakukan tekanan tinggi ke daerah pertahanan lawan, tim nasional U-23 Myanmar berhasil mengekspos kelemahan lini belakang Indonesia U-23. Laga pertama bagi kedua tim di cabang sepakbola SEA Games 2015 ini berlangsung cukup menegangkan. Dengan dukungan mayoritas penonton yang hadir di Jalan Besar Stadium, Kallang, Singapura, Myanmar unggul cepat melalui Thura Shine pada menit ke-21. Situasi kemelut dalam kotak penalti dimanfaatkan pemain bernomor punggung 20 tersebut untuk melepaskan tembakan ke gawang yang dikawal Muhammad Natshir. 

Keunggulan bagi Myanmar bertambah, kali ini melalui situasi set-piece menghadirkan bola liar yang dimanfaatkan Aung Si Thu menjadi gol lewat sundulan kepala. Pada penghujung babak pertama, Indonesia sempat membalas melalui sepakan lob Abduh Lestaluhu yang gagal dibendung penjaga gawang Phyo Kyaw Zin. 

Babak kedua menampilkan penampilan tim nasional Indonesia U-23 yang lebih lepas dari tekanan. Walaupun begitu, kesalahan Hansamu Yama Pranata dalam menjaga bola di lini pertahanan sendiri membuat Aung Si Thu bebas merangsek ke dalam area pertahanan Indonesia. Ia mencetak gol keduanya dalam pertandingan kali ini setelah melepaskan tendangan yang gagal diantisipasi Natshir.

Kesalahan penjagaan dalam situasi sepak pojok juga kembali membuat Indonesia kebobolan kali ini melalui sepakan pemain pengganti Myanmar Kyaw Zwin Lin. Melalui gerakan individu, Ahmad Nufiandani mampu mencetak gol memperkecil ketinggalan setelah tendangan kerasnya menghujam ke arah kiri gawang Myanmar. 

Skor akhir 4-2 membuat Myanmar sementara memuncaki grup B, dalam kompetisi cabang olahraga sepakbola di SEA Games 2015 Singapura. Tim tuan rumah akan menjadi lawan berikut Myanmar pada 4 Juni di stadion yang sama. Sementara tim nasional Indonesia akan bertemu Kamboja pada tanggal 6  Juni nanti.

Senin, 01 Juni 2015

Muto Mantap Menuju Mainz

Sabtu, 30 Mei 2015. FC Tokyo berhasil memenangkan pertandingan pekan ke-14 paruh pertama kompetisi J1 League atas lawannya Kashiwa Reysol. Sang tuan rumah harus bekerja keras untuk menang dengan skor 2-1, hasil ini membawa mereka naik peringkat menuju posisi ketiga di klasemen sementara. Pada penghujung pertandingan suasana Ajinomoto Stadium di wilayah Chofu, Tokyo, ramai oleh riuh rendah suporter, tapi mood kegembiraan sejenak berubah. 

Sebuah pengumuman disiarkan melalui layar elektronik dan pengeras suara meminta sebanyak 23.439 penonton yang hadir untuk berkenan tidak meninggalkan stadion selepas laga usai. Pada beberapa sudut tribun, sebagian suporter(dan juga awak media) paham bahwa klub akan menyampaikan sebuah kabar perpisahan. Yoshinori Muto, penyerang utama dan pencetak gol terbanyak musim ini akan bergabung dengan klub asal Jerman, FSV Mainz 05.





Muto, 22, adalah salah satu aset besar terkini milik FC Tokyo, ia juga salah satu pemain yang paling bersinar di liga musim ini. Berposisi sebagai penyerang sayap maupun tengah, Muto tampil secara reguler bersama FC  Tokyo semenjak musim 2014. Dalam 33 penampilan di musim perdananya Muto mampu mencetak 13 gol, menyamai rekor bagi pemain debutan di liga Jepang. Prestasi ini langsung mengganjarnya sebagai salah satu pemain masa depan negeri sakura. 


Pada bulan April, namanya mencuat ke permukaan, beberapa media asal Inggris mengabarkan ketertarikan Chelsea kepada sosok bernomor punggung 14. Chelsea di sisi lain juga tengah terkonfirmasi menjajal membuka kemungkinan mengembangkan brand mereka di negara kekaisaran tersebut. Jalinan kesepakatan antara pabrik ban Yokohama yang dikabarkan mencapai 40 juta poundsterling membuat Chelsea siap mengangkat nama Muto. Namun sepertinya, seorang Yoshinori Muto sudah memiliki keteguhan hati untuk menentukan masa depannya.

Mengambil kesempatan untuk pindah ke Bundesliga jelas keputusan besar, namun bagi Muto segalanya seakan sudah lebih jelas. Ketimbang bernasib sekedar menjadi pin-up boy layaknya Shinji Kagawa ketika diangkut Manchester United, Chelsea juga belum tentu memberikannya kesempatan bermain reguler. Hal tersebut pun terang-terangan diakui pria yang lulus dari fakultas ekonomi Universitas Keio, Tokyo ini ketika diwawancarai oleh SkySports. "Saya hanya mencoba realistis dan memilih tim yang sesuai dengan level permainan saya sendiri" beber Muto dalam wawancara beberapa hari lalu.


Yoshinori Muto Menyapa Penggemar Seusai Laga - Photo : Dan Orlowitz/Football Channel Asia
Faktor lain yang bisa melatarbelakangi keputusannya hijrah ke Mainz 05 adalah pemain kunci klub tersebut musim ini yang juga berkebangsaan Jepang, Shinji Okazaki. Mengemas 12 gol dalam 32 penampilan liga, Okazaki membawa timnya bertengger di papan tengah liga. Liga utama Jerman juga tidak asing bagi pemain Jepang, atau pemain asal negeri Asia lain, sehingga wajar bagi Muto untuk memilih berkompetisi di level tersebut. 

Bagi penyelenggaraan liga Jepang, kehilangan bakat bersinar yang mampu menggaet penonton untuk datang ke stadion mungkin sebuah kerugian. Sisi lain, ini merupakan sebuah kebanggaan bagi pembinaan sepakbola Jepang. Pelatih tim nasional saat ini, Vahid Halilhodzic pun menyebut Muto membutuhkan pengalaman bermain secara reguler di Eropa. Belum jelas apakah Muto masih akan tampil di tiga laga sisa FC Tokyo di paruh pertama J1 League musim ini, apabila tidak, maka gol kemenangan atas Reysol di laga kandang Sabtu malam itu adalah hadiah perpisahan yang indah.




Sabtu, 23 Mei 2015

Diuntungkan Kesalahan Morishige, Grampus Menang

Pekan ke-13 Meiji Yasuda J1 League, alias liga utama Jepang mempertemukan dua tim terluka. FC Tokyo memiliki beban untuk memulihkan diri usai mengalami kekalahan 1-4 dari Urawa Reds. Sementara bagi Nagoya Grampus, gagal mencetak gol serta mengalami kekalahan sebanyak 3 kali beruntun di liga, jelas bukan modal bagus saat bertandang ke Ajinomoto Stadium. Tuan rumah sendiri tidak dalam kondisi terbaik, Michele Canini pilar lini belakang mereka harus absen akibat akumulasi kartu.

Mengawali pertandingan, FC Tokyo berinisiatif untuk unggul terlebih dahulu di babak pertama. Dengan melakukan tekanan dengan garis pertahanan tinggi dan bermain secara agresif, tuan rumah berhasil memperoleh sejumlah kesempatan. Kosuke Ota dan Yoshinori Muto berulang kali menjadi poros serangan FC Tokyo melalui sisi kanan pertahanan Nagoya Grampus. Takuji Yonemoto mendapatkan peluang saat salah satu bola hasil umpan silang Ota menemui kepalanya, sayang bola hasil sundulan Yonemoto masih belum menemui sasaran. Masato Morishige, kapten tuan rumah, juga memperoleh peluang yang hampir sama namun berhasil dimentahkan penjaga gawang Seigo Narazaki, penjaga gawang Grampus.

Mengandalkan Serangan Balik

Keadaan imbang tanpa gol di babak pertama, memaksa FC Tokyo langsung menancap gas begitu memulai babak kedua. Seusai membawa bola melewati hadangan lini belakang Grampus, Muto melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang berhasil dimentahkan Narazaki. Kubu lawan bukan berart tak melakukan perlawanan. Diuntungkan agresivitas lini sayap tuan rumah, Grampus berkali-kali memperoleh kesempatan melakukan serangan balik. Milivoje Novakovic memperoleh peluang emas di depan gawang tuan rumah, namun sentuhan kepalanya gagal menemui bola yang datang dari umpan lambung lini tengah Grampus.

Tak lama setelah peluang yang diperoleh Novakovic, terjadilah situasi yang merubah situasi pertandingan. Tomoya Koyamatsu berhasil menembus sisi kiri pertahanan FC Tokyo melalui situasi serangan balik. Ia melepaskan bola ke kotak penalti lawan. Bola memang tak menemui pemain Grampus, namun naas bagi Morishige antisipasinya terhadap bola hasil sepakan Koyamatsu berubah arah menuju gawang sendiri. Memasuki menit ke-75 Grampus pun unggul atas FC Tokyo, 1-0.

Kekalahan Ketiga Beruntun

Pasukan tuan rumah segera terlecut untuk menyamakan kedudukan, meningkatnya tempo pertandingan membuat sejumlah pemain melakukan pelanggaran keras. Pemain pengganti Nagoya Grampus, Ryota Isamura bahkan harus meninggalkan lapangan pertandingan akibat menerima dua kartu kuning dalam selang waktu 5 menit. Dua peluang emas diperoleh FC Tokyo melalui tendangan bebas Ota, serta bola mendatar sepakan Hirotaka Mita yang gagal disambar Yohei Hayashi di depan gawang Grampus. Akibatnya, FC Tokyo gagal menyamakan kedudukan hingga akhir pertandingan

Kekalahan ini merupakan yang kempat di liga bagi FC Tokyo, dan ketiga kalinya secara beruntun. Sementara bagi tim lawan, mereka menorehkan catatan kemenangan pertama setelah tiga minggu kalah beruntun. Kemenangan ini mendongkrak posisi tim asuhan Akira Nishino di klasemen sementara J1 League. Mereka berada di posisi 9, sementara FC Tokyo harus rela turun di peringkat kelima.


FC Tokyo: 0
1.Shuichi GONDA; 2.Yohei TOKUNAGA, 3.Masato MORISHIGE, 29.Kazunori YOSHIMOTO, 6.Kosuke OTA; 4.Hideto TAKAHASI, 7 Takuji YONEMOTO, 10.Yohei Kajiyama (23.Yohei HAYASHI/82'); 14.Yoshinori MUTO, 17.Hiroki KAWANO (8.Hirotaka MITA/73'), 20.Ryoichi MAEDA (15. Nououi LASSAD/85');

Nagoya Grampus: 1 (Morishige .og 73')
1. Seigo NARAZAKI; 19.Kisho YANO, 2.Akira TAKEUCHI, 4.Marcos Tulio TANAKA, 6.Yuki HONDA; 22.Tomoya KOYAMATSU (17.Riki MATSUDA/89'), 8.DANILSON (13.Ryota ISOMURA/59'), 20. Asahi YADA, 10. Yoshizumi OGAWA (32.Kengo KAWAMATA/46'); 11.Kensuke NAGAI, 18. Milivoje NOVAKOVIC;

Ajinomoto Stadium (Attendance: 23,460)

Rabu, 20 Mei 2015

Ketika Gamba, sang Juara Jepang, Menyapa Anak Magang

"NJIR! Gamba Osaka! Gue harus berangkat liputan!" begitu kiranya pekik dalam hati saat mengetahui Gamba Osaka mampir ke Jakarta. Saat itu, saya sedang magang di sebuah media olahraga ibukota dan mengiba kepada seorang mentor untuk diajak meliput. Jadilah saya diutus meliput pertandingan yang berlangsung tanggal 24 Januari lalu itu.

Sejatinya, karena saya magang di desk sepakbola nasional, liputan tertuju kepada sang tuan rumah, Persija. Mereka menggelar laga ujicoba tersebut sebagai persiapan menjelang bergulirnya kompetisi Liga Super(saat itu belum dimulai, apalagi ada bayangan dibubarkan). Sejumlah pemain kunci tim "Macan Kemayoran", termasuk legiun asing anyar mereka, didera cedera sehingga hampir tidak ada yang mengharapkan mereka mengimbangi kekuatan tim tamu. 

Begini kiranya bentuk coretan liputan setelah laga:

Babak pertama berlangsung terbuka, Gamba menguasai penguasaan bola mereka menunggu membaca pola permainan dan melihat celah di lini belakang persija
persija berusaha untuk menginisiasi serangan cepat ketika mereka menguasai bola lini . Gamba memainkan formasi 3-5-2 sementara Persija 4-1-4-1
Gol Gamba melalui Usami tercipta ketika persija gagal memotong alur serangan gamba dari lini tengah. menit ke 35 Usami merepotkan dari awal laga bsejumlah peluang dan solo run dia lakukan
Babak kedua Gamba menurunkan tim berbeda dengan formasi 4-4-2. Dua legiun asing lini depan Patric dan Lins Lima tampil. Gamba lebih berani tampil menyerang mengetahui celah dan lini belakang Persija yang naik. 
Lins Lima de Brito berhasil mencetak dua gol hasil dari memanfaatkan kesalahan di lini belakang persija. Persija beberapa kali mencoba memberi perlawanan melalui upaya dari Adam Alis, dan Martin Vunk namun penyelesaian akhir mereka belum menemui sasaran.
Menjelang pertandingan berakhir (85) Patric berhasil mencetak gol keempat bagi gamba setelah menerima umpan silang dari sisi kiri pertahanan Persija. 
Pasca Pertandingan : 
Kenta Hasegawa (Pelatih Gamba Osaka):
Kami buta kekuatan persija, kami mulai menemukan ritme pertandingan setelah mampu unggul dua gol, dalam pertandingan para pemain  menghadapi tekanan penonton, iklim yang berbeda, cukup menggambarkan apa yang mereka kami temui di ACL. Saya akui tujuan utama tim memang untuk menang terlepas dari perlawanan persija dan resiko cedera para pemain
Rahmad Darmawan:
Ia mencoba dua susunan pertahanan yang tampil cukup rapi di babak pertama, namun kelemahan organisasi dan telat membangun serangan menjadi kendala dalam mengejar ketertinggalan. Kami masih harus membenahi konsentrasi dan koordinasi lini belakang, mengedepankan efisiensi dalam membangun serangan, dan membangun chemistry dalam tim.

Hasil akhir laga ujicoba yang disponsori oleh perusahaan elektronik Panasonic dan saluran televisi kabel WakuWaku Japan tersebut memang berakhir dengan skor telak untuk Gamba. Namun,kemenangan telak tersebut kurang menggambarkan kekuatan sesungguhnya dari Gamba. Yasuhito Endo, Yasuyuki Konno, dan Masaaki Higashiguchi masih membela Jepang di Piala Asia. Alasan ketiganya terpilih membela Jepang, adalah peran besar mereka dalam perjalanan Gamba meraih gelar juara liga di musim sebelumnya. Saya juga dibuat penasaran apakah tanpa kehadiran ketiganya mereka akan tampil seperti juara liga di Jakarta, alasan yang mendorong saya untuk meminta kesempatan untuk meliput pertandingan. Jawaban: mereka sungguh bermain baik di depan puluhan ribu Jakmania dan ratusan WN Jepang yang hadir di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

"Saya hanya ingin tim ini meraih kemenangan demi kemenangan, siapapun lawannya, lagipula musim depan(saat ini-ed) akan lebih berat ketimbang saat kami meraih juara" ujar Hasegawa saat mengakhiri konferensi pers di akhir pertandingan. Hasegawa-san tak sembarang melempar pernyataan, selain memiliki beban mempertahankan gelar, mereka harus terjun di ajang Asian Champions League, kompetisi yang klub ini juarai pada musim 2008. Tulisan ini dibuat sesaat setelah tim ini meraih kemenangan tandang mereka ke Seoul di babak 16 besar. Faktanya, untuk lolos ke fase gugur ini pun, mereka harus bersusah payah dan mengandalkan rekor head-to-head dengan tim lain di fase grup. 

Empat bulan semenjak Gamba menyapa, anak magang yang sama kembali menjadi penggemar biasa, menikmati liga Jepang melalui siaran televisi. Sejauh ini, Gamba bercokol di posisi dua klasemen liga setelah sebelas pekan berjalan. Takashi Usami juga menggila dengan mencetak sembilan gol, dipanggil ke timnas, dan menjadi pemain terbaik untuk bulan Mei. Sulit membendung mereka menuju gelar juara 2015.






Kamis, 01 Januari 2015

Berseteru dengan Fan Sendiri, Lalu Kalah

Pemain terbaik asia 2014, Nassir Al Shamrani tampil cemerlang saat membawa klubnya Al Hilal menuju final AFC Champions League(ACL) musim lalu. Tetapi, publik juga merujuknya sebagai sosok pemain yang kontroversial. Beberapa bulan setelah menerima sanksi karena diduga meludahi dan menanduk  bek Western Sydney Wanderers, Matthew Spiranovic di leg kedua final ACL. Kali ini Al Shamrani menunjukkan agresivitasnya, bukan di lapangan tetapi kepada pendukungnya sendiri!. Dalam cuplikan video yang diunggah di situs jejaring Youtube, Al Shamrani terlihat beradu mulut dan sempat mendorong seorang fan timnas Saudi Arabia menjelang ujicoba menghadapi Bahrain pada Rabu (31/12). Pertandingan yang berlangsung di Simonds Stadium tersebut, berakhir dengan kekalahan untuk Al Shamrani dkk dengan skor cukup telak 1-4.  

Selasa, 16 Desember 2014

Pieter Huistra: "Lebih banyak lampu, lebih banyak waktu latihan!"

Pieter Huistra menyempatkan waktu untuk membahas pengembangan pemain muda Indonesia saat mengisi materi dalam diskusi "Sudah Kerja Apa Saja PSSI ?" yang digelar di ruangan konferensi media Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Senin (15/12) Sore. Direktur teknik PSSI bidang pengembangan pemain ini mencurahkan pandangannya setelah tiga minggu mengamati pembinaan pemain usia dini di Indonesia.

"Sudah jelas bagi saya bahwa negeri ini memiliki potensi, gairah, dan antusiasme yang besar terhadap sepak bola. Saya telah dan akan terus mempelajari kehidupan sepak bola disini ke depannya." tuturnya. Setelah melihat berbagai aspek pembinaan usia muda, ia langsung menyoroti fasilitas latihan yang menurutnya cukup memprihatinkan. "Beberapa lapangan sangat tidak layak digunakan untuk berlatih, bahkan lapangan tertentu harus disewa dengan harga mahal" ucap mantan manajer Gronigen ini.

Baginya, para pemain di usia dini wajib mendapatkan fasilitas layak, perhatian, dan kesempatan bermain yang cukup. "Bersenang-senang, menikmati permainan, dalam fasilitas yang memadai adalah ruang bagi anak-anak ini untuk berkembang. Bukan soal pembangunan fasilitas mahal dan terkesan mewah, tapi cukup berikan rumput dengan kontur bagus serta banyak lampu penerangan agar latihan bisa diselenggarakan di waktu malam dengan suhu yang bersahabat bagi mereka(pemain)." jelas Huistra

Dalam acara yang sama, pengurus klub dan sekolah sepakbola Villa 2000, Ganesha Putra, juga mendukung pernyataan Huistra dalam presentasi yang ia sampaikan. "Pembangunan masih mendahulukan stadion sebagai sarana sepakbola, bukan lapangan latihan. Amat disayangkan apabila kurangnya fasilitas berlatih untuk kompetisi justru mengurangi kualitas kompetisi itu sendiri" ucap Putra.  Ia menuturkan pula bagaimana potensi sekolah sepkbola di berbagai daerah akan berlangsung baik, dengan pola pembinaan yang berlanjut dan terorganisir dengan baik.

Kedua sosok ini tampak pula sudah berpandangan sama mengenai pembinaan pemain di akar rumput. "(Mr) Ganesha dan saya sudah pernah mengobrol sebelumnya, dan dalam presentasinya sudah ada pandangan seperti pelatih lain di Eropa mengenai pembinaan pemain belia" puji Huistra di penghujung sesi diskusi. 

Qatar Batal Berujicoba dengan Indonesia

Sekretaris Jendral PSSI, Joko Driyono menjelaskan hal tersebut saat ditemui pada Senin (15/12) sore, di komplek Stadion Gelora Bung Karno, Senayan.mengatakan rencana ujicoba tim nasional U-23 melawan Qatar yang sempat diapungkan pelatih Aji Santoso dipastikan batal. Joko mengkonfirmasi alasan pembatalan ujicoba karena adanya miskomunikasi antar federasi terkait ujicoba tersebut.

Qatar sempat memilih Indonesia sebagai lawan tanding menghadapi Piala Asia di Australia awal tahun 2015 mendatang. Di sisi lain, pelatih Aji Santoso menargetkan uji tanding melawan Qatar sebagai salah satu ajang persiapan kualifikasi U-23 Piala Asia di bulan Maret. Joko melanjutkan, pertimbangan menurunkan para pemain muda dalam masa pelatihan untuk melawan tim terbaik yang akan turun dalam kejuaraan sekelas Piala Asia akan cukup membebani mental para pemain."Kami dan federasi Qatar kemungkinan akan menjadawalkan ulang pertandingan  di lain kesempatan" tutur Joko

Selandia Baru dipilih Qatar untuk menggantikan Indonesia sebagai lawan uji tanding, dan telah terjadwal dalam laman FIFA sebagai pertandingan resmi pada (5/1) di Canberra. Indonesia sendiri, menurut Joko, kemungkinan akan mendapatkan Syria sebagai lawan uji tanding. "Kami telah memperoleh kesediaan mereka untuk datang, dan berujicoba, soal jadwal belum dapat dipastikan." kata Joko

Evaluasi timnas kelompok Umur dilakukan Minggu ini

Dalam waktu dekat, PSSI juga akan melakukan evaluasi persiapan timnas di berbagai level umur. rencananya pertemuan bersama diantara staf pelatih timnas, BTN, juga melibatkan direktur teknik pengembangan pemain muda, Pieter Huistra. "(Pertemuan tersebut)akan diadakan minggu ini, mengambil waktu sebelum Huistra kembali ke negerinya dalam rangka libur natal tanggal 22 Desember mendatang" ujar Joko. Pertemuan akan digelar di Sawangan setelah gelaran kursus kepelatihan lisensi B AFC usai.

Kamis, 04 Desember 2014

Jenderal Gerrard, dan Dua Kolonel: Lucas dan Kolo

Munculnya Steven Gerrard sebagai penentu kemenangan Liverpool di kandang Leicester City, Rabu (3/12) dini hari, tidak bisa lepas dari berubahnya posisi permainan sang kapten di lini tengah. Berpadu dengan Jordan Henderson dan Lucas Leiva, Gerrard menempati posisi lebih ke depan hampr di sepanjang pertandingan. Maka tak ayal ia nampak nyaman dan mampu mencetak gol melalui pergerakan menusuknya di konak penalti lawan. Tiga orang ini menciptakan kembali penampilan lini tengah seperti musim lalu.  

Lucas tampil cukup menonjol di tengah, menyediakan intersep dan bantuan bagi lini belakang walaupun tak kuasa menahan skema serangan balik Leicester di pertengahan babak pertama. Ia membuat Gerrard bermain tanpa beban, karena tak lagi repot harus turun membantu menjaga lini pertahanan. Di lini belakang juga hadir seorang Kolo Toure, yang bersama Martin Skrtel cukup sigap mengawal Simon Mignolet yang mengalami penurunan performa. 

Dua sosok "senior" di tim asuhan Brendan Rodgers tadi menunjukkan kesiapan mereka apabila diberi kesempatan untuk tampil dari awal. Dua kemenangan berhasil ditorehkan The reds semenjak akhir pekan lalu, lawan berikut akan hadir di kandang sendiri Sabtu (6/12). Gerrard dkk. akan menghadapi Sunderland yang baru saja dihajar Manchester City 1-4 di kandang sendiri.

Selasa, 25 November 2014

Singapura dan Naturalisasi

Kebijakan naturalisasi atlet asing oleh Singapura dimulai dengan adanya kebijakan Foreign Sport Talent Scheme (FTS). Skema ini berusaha mencari dan membidik bibit atlet asing berkualitas yang dapat membela dan meningkatkan kualitas dalam tim nasional berbagai cabang olahraga Singapura. Salah satu cabang olahraga yang memperoleh ijin untuk menerapkan FTS adalah cabang sepakbola. Federasi Sepakbola Singapura (FAS), diperbolehkan untuk mencari bakat asing dan menarik mereka untuk bermain untuk tim nasional Singapura semenjak tahun 2000.

Penyerang Home United, Egmar Goncalves adalah salah satu pemain yang mendapatkan kesempatan untuk dinaturalisasi dan kemudian bermain untuk tim nasional Singapura. FAS tertarik setelah ia membuktikan kualitasnya dengan menjadi pencetak gol utama di klubnya semenjak melakukan debut di liga Singapura. Sayang, ia gagal menunjukkan performa terbaiknnya saat dipanggil dalam skuad Singapura yang bertanding di piala Tiger/AFF edisi 2002. Pada tahun yang sama, Daniel Bennet dan Mirko Grabovac juga ikut terpilih untuk diberi kewarganegaraan dan bermain untuk timnas Singapura. Bennet bahkan masih bermain untuk beberapa edisi piala Tiger/AFF dan menjadi pilihan utama di lini belakang Singapura.

Agu Casmir dan Itimi Dickson adalah angkatan selanjutnya yang mendapat kesempatan untuk dinaturalisasi pada tahun 2003. Setelah mereka, sejumlah nama pemain naturalisasi dari berbagai negara asal memperoleh kewarganegaraan dan kesempatan untuk membela tim nasional Singapura dalam berbagai ajang kompetisi. John Wilkinson, Mustafic Faharudin, Precious Emujeraye, Shi Jiayi, adalah nama-nama yang muncul dan menjadi kunci dalam kesuksesan Singapura merengkuh gelar dalam dua edisi beturutan pada edisi 2004 dan 2007. Kekuatan tim nasional sepak bola Singapura jelas  mengalami peningkatan performa hingga akhirnya mampu meraih gelar juara.


Sejak kesuksesan piala AFF 2007, Singapura tidak berhenti melakukan naturalisasi, Qiu Li dan Aleksander Duric adalah dua nama berikutnya. Mereka termasuk dalam skuad pemenang Piala AFF edisi 2012, dimana Duric telah tampil dalam pegelaran piala AFF 2008. Seiring kesuksesan pembinaan usia muda dan juga menurunnya ketertarikan pemain asing berkualitas yang bermain di liga Singapura, kebijakan FTS sedikit tertahan. Pada awal pelaksanaan program ini di tahun 2000, FAS berniat menggunakan haknya untuk menaturalisasi 2 hingga 3 pemain asing berkualitas dalam setahun, namun kini mereka lebih menambatkan harapan kepada bibit pemain muda lokal. 

Rabu, 19 November 2014

Vietnam Sudah Siap

Menjadi salah satu tuan rumah di fase grup, membuat Vietnam optimis menjadi unggulan dalam perebutan trofi juara Piala AFF 2014.Sekretaris Jendral Federasi Sepakbola Vietnam (VFF) Lee Hoai Anh, menyatakan bahwa secara keseluruhan pihaknya siap menyelenggarakan hajatan dua tahunan ini.

"Tim kami pun telah melakukan persiapan yang baik, dan ingin kembali menjadi juara." ungkap Lee seperti dikutip VietnamNews. Susunan lengkap tim Vietnam yang akan turun di Piala AFF 2014 sendiri baru akan dirilis pada Jumat (21/11). Sehari sebelum anak asuh pelatih Toshiya Miura meladeni Indonesia di My Dinh Stadium.

Lee sendiri cukup memperhitungkan Indonesia dalam kejuaraan tahun ini. "Lawan kami menunjukkan peningkatan kekuatan belakangan ini, seperti Singapura dan Indonesia yng mendatangkan pemain naturalisasi dalam tim mereka" ujar Lee, yang menjabat sekjen VFF sejak April tahun ini.

Selasa, 29 Mei 2012

Bring Them On

Kebetulan curi dengar bincangan orang-orang di burjo soal Euro. Kebanyakan mendukung im-tim besar dan pemain bintang. Spanyol, Jerman, Inggris, Belanda disebutkan. Tapi bagi saya, Irlandia adalah tim yang patut didukung. Diperkuat sejumlah bintang senior dan meeka yang baru bermunculan di pentas liga primer inggris, apa lagi dilatih Trappatoni. Yakinlah, tim yang melawan mereka seharusnya merasa gentar. woosaaah!

Senin, 14 Mei 2012

Setelah Manchester City, selanjutnya... PSG

Gagalnya Nicolas Sarkozy mempertahankan jabatan sebagai presiden Prancis bisa jadi pertanda bagi akhir kompetisi Ligue 1 musim ini. Sarkozy adalah pembuka jalan bagi investor Qatar untuk menanamkan uang di Parc des Princes. Menggelontor uang ratusan juta euro semenjak musim panas tahun lalu, tentu tuntutan dari para pemilik adalah menjadi tim penguasa liga prancis. Musim ini ternyata tidak berjalan mudah bagi punggawa Les Parisien, pesaing utama mereka bukan tim mapan lain macam Lyon, Marseille, atau juara musim lalu Lille. Montpellier muncul menjadi kuda hitam dan tinggal satu pertandingan musim depan, mereka memimpin dengan selisih tiga angka. Mengejutkan? , tidak juga, performa Montpellier didalangi oleh sejumlah pemain kunci seperti kapten Mapou Yanga-Mbiwa, playmaker Younes Belhanda, dan top scorer sementara musim ini Olivier Giroud.

Efektif

Sebagai kompetisi top eropa yang juaranya belum dapat dipastikan paling akhir musim ini, Ligue 1 diharapkan memiliki twist penutup musim yang sama menegangkan dengan liga primer Inggris. Kesamaan PSG dan Manchester City tentu mengenai pemilik dan investor. Gelontoran dana dari tanah arab ada dibalik peningkatan prestasi kedua tim. Selain dukungan finansial, banyak pengamat di Prancis yang melihat kesigapan klub dalam mengubah struktur adalah bagaimana mereka mengacu pada prinsip bisnis. 

Efektivitas perubahan taktik ini berbuah dengan datangnya sejumlah pemain dan pelatih baru dalam tim. Pemain yang terbuang pun, seperti Mevlut Erdinc dapat terjual dengan harga yang cukup menguntungkan. Sedangkan beberapa pemain kunci berasal dari hasil manuver transfer yang lihai. Javier Pastore, Jeremy Menez, dan Kevin Gameiro merongrong pertahanan lawan. Sementara, pertahanan mereka dikawal pemain kawakan macam Diego Lugano dan penjaga gawang Salvatore Sirigu. Maka performa tim ini wajarnya mampu meraih titel juara secara instan.

Juara?

Walaupun, pencapaian tersebut dapat dikatakan mudah digapai oleh personel Saint-Germain. Titel ini adalah salah satu perwujudan ultras ibukota. Menjadi kampiun Prancis, mengalahkan dominasi tim asal selatan seperti Lyon dan Marseille. Ultras berharap bahwa dengan kemenangan City di tanah britania, tim pujaan mereka dapat menuai prestasi yang serupa. Menggapai titel Prancis, selanjutnya menuju kompetisi eropa, tentu masuk dalam rancangan investasi Qatar Investment Authority (QIA) dalam memperoleh profit. Ataukah Montpellier yang menghentikan langkah ambisius para investor arab. Masih ada akhir pekan depan untuk menentukannya. semoga Paris et Magique adalah mantra tepat untuk mengakhiri musim. Ciao!


Alex, Nene, dan Maxwell trio Brasil punggawa  PSG, bersemangat mengakhiri musim (source: ligue1.com)  

Senin, 30 Mei 2011

Swansea promosi ke Liga Primer

Tanda peluit akhir sudah dibunyiikan untuk mengakhiri pertandingan final playoff Championship Division. Pertandingan yang dihelat di Stadion Wembley menentukan jatah terakhir promosi ke Liga Primer Inggris. Hasilnya Swansea mampu mengalahkan Reading dengan skor 4-2. Tiga gol The Swans dicetak oleh gelandang binaan akademi Chelsea, Scott Sinclair. Dua gol diantaranya Ia cetak melalui eksekusi penalti. Satu gol tambahan Swansea dicetak oleh Steve Dobbie. Di sisi lain Reading mampu membalas dua gol melalui kaki Noel Hunt dan kapten tim Matt Mills. Dengan hasil ini Swansea berhak menemani Norwich dan Queen Park Rangers sebagai tim pelengkap liga primer musim depan.

Sabtu, 28 Mei 2011

SPORTIF

mengacu pada kateglo yang saya baca, definisi kata yang menjadi judul diatas dapat digunakan untuk banyak hal. Utamanya, jelas di bidang olahraga. Saya mengakui bahwa tim Sudirman kita saat ini kalah kelas dengan Denmark. Skor pertandingan kedua regu pada angka 3-1 dapat menggambarkan hal tersebut. Saya salut dengan perjuangan tim Indonesia untuk dapat sampai ke semifinal. Setidaknya, lanjutan cerita sukses sebagai negara besar di olahraga bulutangkis masih terasa jejaknya. hal itu nampak njeglek saat kita bersama melihat ekspos media, baik cetak dan elektronik, mengenai sepak bola. 

Amatlah memalukan, dan janggal, melihat para (calon)pengurus organisasi induk sepak bola nasional. mereka,yang seharusnya bersifat ksatria untuk dapat membenahi olahraga favorit rakyat Indonesia ini, masih saja berkubang dalam permasalahan legalisasi secara politis untuk memperoleh kekuasaan, yang sifatnya instan. Namun harapan untuk menemukan masayarakat yang tidak skeptis terhadap sepakbola janganlah luntur.

Saat final Liga Divisi Utama lalu saya beruntung memiliki kesempatan untuk berjumpa pak Ngadiran, yang oleh teman saya Didik Srihartopo diolah dengan baik ke dalam sebuah tulisan. (dapat dibaca seca lengkap disini ) dorongan semangat rela membuatnya mengayuh ratusan kilometer(pulang pergi Jogja - Stadion Manahan). Dengan harapan bisa menonton pertandingan yang mengasyikkan dan berbaur bersama ribuan suporter lain. Mungkin daripada negdukung jenderal maju jadi ketua, saya lebih rela ngedukung pak Ngadiran. 

Pak Ngadiran, datang ke Manahan untuk Persiba dan Sportivitas. (mjunandika/2011)



"sip mas..."