Halaman

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2015

Empat Wakil Di Final, Pastikan Satu Emas

Singapura - Babak semifinal nomor perseorangan cabang olahraga bulutangkis usai dilangsungkan pada Senin (15/6) malam, di Singapore Indoor Stadium. 


Pasangan ganda campuran, Praveen Jordan/Debby Susanto adalah wakil Indonesia pertama yang lolos ke babak final. Mereka berhasil mengalahkan Sudket Prapakamol/Sapsiree Taerattanachai setelah bermain tiga gim, 21-13, 8-21, 21-14. Ini adalah final SEA Games kedua bagi Debby, yang edisi sebelumnya meraih medali emas bersama Muhammad Rijal.

Chan Peng Soon/Goh Liu Ying asal Malaysia akan menjadi lawan bagi Praveen/Debby dalam merebut medali emas. Pasangan negeri jiran tersebut mengalahkan wakil Indonesia lain, Riky Widianto/Richi Puspita Dili, 21-18, 18-21, 22-20 untuk melaju ke final yang akan digelar besok, Selasa (16/6).

Pada kategori tunggal putri, Hanna Ramadini mampu mengalahkan wakil Malaysia, Goh Jin Wei, untuk meraih satu tempat di babak final. Sempat tertinggal pada gim pertama 16-21, pebulutangkis berusia 20 tahun mampu menyudahi dua set berikutnya dengan keunggulan 21-12, 21-18. Pada babak final, ia akan menghadapi wakil Thailand yang juga finalis tunggal putri SEA Games 2013 Myanmar, Busanan Ongbumrungpan. Sebelum melaju ke final, Busanan menaklukkan wakil Vietnam, Vu Thi Trang, 21-11, 21-17, di babak semifinal.

Indonesia sendiri telah memastikan merebut medali emas di kategori ganda putra. Sesama wakil Indonesia, pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Markus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo akan saling bertemu di babak final. Skenario terbaik ini bisa tercapai setelah kedua pasangan tersebut mampu menundukkan lawan masing-masing di babak semifinal.

Angga/Ricky mampu menyudahi pertandingan dalam dua gim langsung dengan skor 21-12, 21-18, saat bersua pasangan tuan rumah, Danny Bawa Chrisnanta/Chayut Triyachart. Ini juga merupakan final SEA Games kedua bagi pasangan ini, meskipun di edisi lalu bermain dengan pasangan yang berbeda. Di sisi lain, Markus/Kevin menyudahi perlawanan ganda putra Filipina, Ronel Estanislao/Philip Joper Escueta, dengan dua gim langsung 21-14, 21-12.

Prestasi ganda putra tim bulutangkis Indonesia, tak mampu disamai oleh para wakil di ganda putri. Baik pasangan Maretha Dea Giovani/Suci Rizki Andini serta Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi harus puas dengan medali perunggu. Maretha/Suci harus takluk di tangan wakil Malaysia, Amelia Alicia Anscelly/Soong Fie Cho dengan skor 16-21, 21-23. Sementara wakil Malaysia lainnya, Vivian Hoo Kah Mun/Moon Khe Wei mengandaskan perlawanan Awanda/Mahadewi, 21-12, 21-11.

Jumat, 12 Juni 2015

Bulutangkis Separuh Jalan Penuhi Target

Singapura, Jumat (12/6)

Catatan penting ditorehkan oleh tim bulutangkis putra Indonesia, pada SEA Games ke XXVIII kali ini Jonatan Christie dkk sukses meraih medali emas.


Prestasi tersebut mereka raih usai mengalahkan tim bulutangkis putra Thailand dengan skor 3-2. Menjadi tunggal pertama yang tampil di partai pembuka, Jonatan Christie justru takluk di tangan tunggal pertama Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk, 17-21, 19-21. Kemenangan Tanongsak seolah memberi angin kepada Thailand bahwa medali emas akan mereka raih.

Di partai selanjutnya, pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi tampil trengginas untuk menaklukkan lawannya sekaligus memberi poin bagi tim Indonesia. Mereka menyamakan kedudukan menjadi sama kuat setelah menaklukkan duet Nipitphon Puangpuapech/Issara Bodin, 21-15, 21-13, hanya dalam kurun waktu 30 menit. Thailand kembali memaksakan keunggulan atas tim Indonesia, saat tunggal kedua, Firman Abdul Kholik gagal membendung permainan tunggal putra senior, Boonsak Ponsana. Firman harus rela takluk dua set langsung, 7-21, 14-21 dai pebulutangkis Thailand berusia 33 tahun tersebut. 

Sektor ganda kembali menjadi penyelamat regu Indonesia, pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Markus Fernaldi Gideon sesuai harapan mampu tampil maksimal saat mengalahkan pasangan  kedua Thailand Wannawat Ampunsuwan/Pakkawat Vilailak. Setelah melalui duel tiga set, Kevin/Markus mampu unggul 21-19, 18-21, 21-14. Indonesia memastikan meraih medali emas setelah tunggal ketiga Ihsan Maulana Mustofa secara dramatis menghentikan laju Suppanyu Avihingsanon. 

Gagal memanfaatkan keunggulan dan kehilangan poin penting membuat Ihsan harus menyerah di gim pertama 20-22. Namun di dua gim berikut, Ihsan berhasil menaklukkan Aihingsanon yang terlihat sudah kelelahan dengan skor 21-16, 21-9. Ini adalah sumbangan medali emas pertama dari cabang bulutangkis, namun juga merupakan sumbangan medali kedua. Sebelumnya, tim beregu putri Indonesia meraih medali perunggu usai takluk dari regu putri Malaysia di fase semifinal, Kamis (11/6).

Dengan target dua emas dari cabang olahraga bulutangkis di SEA Games 2015 kali ini, maka separuh dari capaian tersebut sudah terpenuhi. Besok, Sabtu (13/6), cabang olahraga bulutangkis mulai mempertandingkan nomor perseorangan di berbagai kategori. Indonesia menargetkan mampu memperoleh medali emas di kategori ganda putra dan ganda campuran. Indonesia memiliki dua pemain dengan pengalaman meraih medali emas di ajang SEA Games pada dua kategori tersebut, Angga Pratama dan Debby Susanto. (*)

Jumat, 05 Juni 2015

Febe dan Keajaiban di Istora

Ketika layar televisi usai menyiarkan kemenangan ganda putra Moh.Ahsan/Hendra Setiawan, gemuruh dukungan Istora Senyan masih mengalir bagi wakil Indonesia lain di lapangan tiga. Babak perempatfinal Indonesia Open Super Series Premier(SSP), Jumat (5/6), mempertemukan Maria Febe Kusumastuti melawan wakil Jepang Yui Hashimoto.

Febe tampil menggila di set pertama, hingga mampu unggul jauh saat interval. Set pertama berkesudahan 21-16 untuk keunggulan Febe. Ia tampil begitu baik dan menawan untuk ukuran pemain yang bahkan sudah tak dilirik pelatnas Cipayung. Beberapa penonton bahkan lebih mendukungnya ketimbang Lindaweni Fanetri yang dibantai Ratchanook Inthanon, 21-7, 21-6.

Namun, drama pertandingan Hashimoto dan Febe baru saja dimulai. Tetiba saja tim medis menghampiri Febe, ia nampak mengeluh seketika pula tim medis mencoba melihat kondisi lutut pemain asal klub Djarum tersebut. Set kedua pun seolah berjalan tak seimbang. Hashimoto tanpa ampun memberi banyak smes menyilang kepada Febe yang sudah nampak sulit menggerakkan lutut kanannya. Namun, beberapa kali ia menampilkan pengembalian bola yang cukup "ajaib" hingga membuat Hashimoto pun terkejut. Pada kedudukan 21-16, kali ini untuk keunggulan Yui Hashimoto, set kedua pun usai.

Pada babak penentuan permainan inilah puncak gemuruh Istora berawal. Febe memang sudah tak mampu berlari secara gesit untuk mengembalikan sejumlah bola menyilang dari Hashimoto namun ia mampu memimpin usai interval, bahkan dengan selisih 5 poin!. Pada kedudukan Febe unggul 16-13, ia berusaha mengembalikan netting Hashimoto, dengan sekuat tenaga tersisa, sayang pengembaliannya gagal dan ia terjungkal hingga penonton yang dekat dengan lapangan tiga berdiri terkejut.

Bangkit dan kembali ke permainan, semuanya seolah kembali imbang. Kedua pemain beradu teknik secara maksimal. Hashimoto masih mengandalkan bola menyilang mengekspos cedera Febe. Tapi, pemain putri asli Boyolali memvuat sejumlah jumping smash yang membuat lawannya tak berkutik. Febe secara mengejutkan sempat unggul dan meraih match point!. Berhentikah disitu? belum. Lagi, Febe harus jatuh di lapangan saat mencoba mengantisipasi bola serangan Hashimoto, ia sudah tak mampu membendungnya. Hashimoto pun mengambil set ketiga 22-20. Sekaligus lolos ke semifinal Indonesia Open SSP.

Gemuruh dukungan bagi seorang pemain yang berulang kali terjungkal saat berjuang membuncah dari berbagai sektor dalam Istora. Febe membalas dengan melambaikan salam, saya termasuk ke dalam kelompok penonton yang membalas lambaian tersebut dengan standing ovation. Meski gagal ke semifinal, Maria Febe Kusumastuti kamu pahlawan Istora kami pada hari Jumat ini. Bravo!

Kamis, 04 Juni 2015

Sejumlah Wakil Tumbang, Kejutan Indonesia Masih Meledak

Babak pertama turnamen bulutangkis Indonesia Open Super Series Premier(SSP) yang berlangsung Rabu (3/6), menghasilkan banyak kejutan. Sejumlah pebulutangkis asal Indonesia di nomor tunggal putra seolah tersengat, dan bermain luar biasa saat bermain di Istora Senayan. Salah satunya terbukti lewat kemenangan sensasional Tommy Sugiarto, atas mantan pebulutangkis nomor satu dunia asal Tiongkok, Lin Dan. Tommy, memenangkan duel selama satu jam 17 menit tersebut dengan tiga set, 19-21, 21-8, 21-16.

Sayang bagi Tommy, ia tidak mengulangi performa hebat yang sama saat meladeni pebulutangkis asal Jerman, Marc Zwiebler pada babak kedua yang berlangsung hari ini, Kamis (4/6). Walaupun sempat unggul di set pembuka dengan skor 21-16, Tommy harus mengakui keunggulan Zwiebler di dua set berikut dengan skor 20-22, 19-21. Kedua pebulutangkis ini terakhir bertemu pada tahun 2013, dan saat itu juga Zwiebler berhasil unggul atas Tommy. 

Wakil lain dari Indonesia yang tumbang di babak kedua tunggal putra Indonesian Open SSP adalah Dionysius Hayom Rumbaka. Hayom, melaju ke babak kedua setelah sebelumnya berhasil mengatasi perlawanan pebulutangkis asal Tiongkok, Xue Song, 21-14, 21-14. Tapi di babak kedua, ia tak kuasa membendung unggulan ketiga turnamen asal Denmark, Jan O Jorgensen. Pertandingan yang berlangsung tiga set tersebut berkesudahan 21-12, 14-21, 21-14 bagi kemenagan Jorgensen.

Lawan yang akan dihadapi Jorgensen di perempatfinal adalah pebulutangkis muda tuan rumah, Jonatan Christie. Setelah di babak pertama secara gemilang mengalahkan unggulan ketujuh Chou Tien Chen(Taiwan), 21-18, 21-19. Di babak kedua turnamen, ia mengalahkan pebulutangkis senior asal Korea Selatan, Lee Hyun-Il. Walaupun sempat tertinggal di kedua set, Jonatan masih mampu memenangkan pertandingan 21-17, 21-19. Ini adalah perempatfinal kedua bagi Jonatan di Super Series musim ini, setelah sebelumnya ia capai di Swiss Terbuka.

Ledakan kejutan sesungguhnya dari Indonesia, berada dalam diri Anthony Ginting. Pebulutangkis kelahiran tahun 1996 ini, berhasil tampil di perempatfinal setelah merangkak dari babak kualifikasi Indonesia Open SSP 2015. Ia memperoleh tiket ke perempatfinal dengan mengalahkan unggulan keempat asal India, Srikanth Kidambi. Dalam pertandingan tiga set, yang berlangsung hampir selama satu jam, Anthony berhasil unggul 14-21, 22-20, 21-13. Ia masih menanti pemenang pertandingan antara Kento Momota(Jepang) menghadapi Hu Yun(Hongkong) sebagai lawan di perempatfinal, yang berlangsung Jumat(5/6).

Selasa, 02 Juni 2015

Myanmar Borong 4 Gol ke Gawang Indonesia

Singapura (2/6) - Berinisiatif melakukan tekanan tinggi ke daerah pertahanan lawan, tim nasional U-23 Myanmar berhasil mengekspos kelemahan lini belakang Indonesia U-23. Laga pertama bagi kedua tim di cabang sepakbola SEA Games 2015 ini berlangsung cukup menegangkan. Dengan dukungan mayoritas penonton yang hadir di Jalan Besar Stadium, Kallang, Singapura, Myanmar unggul cepat melalui Thura Shine pada menit ke-21. Situasi kemelut dalam kotak penalti dimanfaatkan pemain bernomor punggung 20 tersebut untuk melepaskan tembakan ke gawang yang dikawal Muhammad Natshir. 

Keunggulan bagi Myanmar bertambah, kali ini melalui situasi set-piece menghadirkan bola liar yang dimanfaatkan Aung Si Thu menjadi gol lewat sundulan kepala. Pada penghujung babak pertama, Indonesia sempat membalas melalui sepakan lob Abduh Lestaluhu yang gagal dibendung penjaga gawang Phyo Kyaw Zin. 

Babak kedua menampilkan penampilan tim nasional Indonesia U-23 yang lebih lepas dari tekanan. Walaupun begitu, kesalahan Hansamu Yama Pranata dalam menjaga bola di lini pertahanan sendiri membuat Aung Si Thu bebas merangsek ke dalam area pertahanan Indonesia. Ia mencetak gol keduanya dalam pertandingan kali ini setelah melepaskan tendangan yang gagal diantisipasi Natshir.

Kesalahan penjagaan dalam situasi sepak pojok juga kembali membuat Indonesia kebobolan kali ini melalui sepakan pemain pengganti Myanmar Kyaw Zwin Lin. Melalui gerakan individu, Ahmad Nufiandani mampu mencetak gol memperkecil ketinggalan setelah tendangan kerasnya menghujam ke arah kiri gawang Myanmar. 

Skor akhir 4-2 membuat Myanmar sementara memuncaki grup B, dalam kompetisi cabang olahraga sepakbola di SEA Games 2015 Singapura. Tim tuan rumah akan menjadi lawan berikut Myanmar pada 4 Juni di stadion yang sama. Sementara tim nasional Indonesia akan bertemu Kamboja pada tanggal 6  Juni nanti.

Jumat, 22 Mei 2015

Sekilas Pasukan Cipayung di SEA Games 2015


Indonesia sudah meraih hasil terbaik dengan mencapai babak semifinal Piala Sudirman yang digelar di Dongguan Sports Complex, Tiongkok pada tanggal 11-17 Mei lalu. Kemenangan dengan skor 3-2 saat melawan Inggris dan Denmark di fase grup justru mencerminkan sesungguhnya bagaimana tim ini sangat bergantung kepada sektor Ganda, yang sebenarnya juga kehilangan poin dari masing-masing pertandingan. Menghadapi SEA Games 2015 di Singapura, Indonesia mengalami handicap bahkan sebelum perhelatan olahraga regional tersebut dimulai. Peraih medali emas tunggal putri di Myanmar 2013, Bellaetrix Manuputty harus menepi dari tim karena cedera lutut saat berjuang di semifinal piala Sudirman melawan tim tuan rumah. Selain itu, jadwal SEA Games sangat mepet dengan kejuaraan BCA Indonesia Terbuka yang condong dipilih para pebulutangkis papan atas.

Komposisi tim pun berubah, seperti rilis resmi dari Persatuan Bulutangkis Indonesia(PBSI) tidak ada pemain yang benar-benar berstatus senior dalam tim. Dengan absennya Bella, di tim saat ini tersisa pasangan ganda putra Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, dan Debby Susanto(kali ini berpasangan dengan Praveen Jordan di sektor ganda campuran) sebagai peraih medali di ajang SEA Games Myanmar dua tahun lalu. Angga dan Debby meraih medali emas, sementara Ricky meraih medali perak, masing-masing tampil dengan pasangan baru di SEA Games mendatang. 

Target tujuh medali, dengan dua emas di nomor ganda putra dan ganda campuran, mungkin terkesan realistis. Namun, mengingat Cipayung Gank akan turun dengan tim "lapis kedua", secara objektif untuk mengejar sekeping medali(perunggu) pun halangannya cukup berat. Ingat, Malaysia dan Thailand saja masih sulit dikalahkan secara beregu maupun di nomor tunggal ketika Indonesia turun dengan kekuatan penuh. Kita juga tak bisa secara matematis membuang peluang milik Singapura dan Vietnam yang terkadang memberikan perlawanan kuat. Maka berikut adalah gambaran dari kekuatan pemain yang akan mewakili Indonesia di sejumlah nomor


  • Jonathan Cristie 

Baru berusia 17 tahun, bersinar semenjak level junior, dan sudah mengenyam pengalaman turun di kejuaraan beregu di piala Sudirman (menyumbangkan poin saat perempatfinal, dan memiliki kesempatan melawan Chen Long saat semifinal) membuat Jojo menjadi harapan Indonesia di sektor beregu putra dan tunggal perseorangan putra. Dalam nomor perseorangan yang sama akan turun Lee Chong Wei(Malaysia, mantan pebulutangkis nomor satu dunia), serta Tanongsak Saensomboonsuk(Thailand, juara bertahan tunggal putra SEA Games). Di nomor ini, Indonesia juga memiliki Firman Abdul Kholik, pebulutangkis kidal yang juga baru berusia 17 tahun.

  • Angga Pratama/Ricky Karanda Suwandi 
Sempat mencuat ketika mampu meraih gelar juara Singapura Terbuka pada bulan April, penampilan pasangan ini menunjukkan grafik menurun. Pengalaman meraih medali di SEA Games sebelumnya, serta peta kekuatan ganda putra di level asia tenggara yang cenderung merata menjadi pendorong bagi keduanya untuk kembali tampil baik dan bahkan dapat memperoleh medali emas. Keduanya saat ini menempati peringkat 10 dunia, menjadikan mereka ganda putra nomor dua terkuat yang dimiliki Indonesia.

  • Lindaweni Fanetri 
Linda menjadi kekuatan Indonesia di sektor tunggal putri selepas cederanya Bella. Penampilan terakhirnya di ajang Piala sudirman, Linda mampu menyumbang poin di fase grup saat meraih kemenangan atas Fontaine Mica Chapman(Inggris). Pebulutangkis dengan peringkat 36 dunia ini sayangnya selalu mengalami kekaahan saat bertemu wakil Thailand dalam 3 kali pertemuan di berbagai tingkat kejuaraan, termasuk saat bersua mantan juara dunia Ratchanok Inthanoon. Hana Ramadhini juga akan mewakili Indonesia di nomor tunggal putri.

  • Praveen Jordan/Debby Susanto
Debby meraih medali emas saat berpasangan dengan M.Rijal pada SEA Games 2013 Myanmar, kini ia turun di Singapura 2015 dengan pasangan baru. Prestasi terbaik pasangan ini adalah saat mencapai semifinal India Terbuka, dan perempatfinal Kejuaraan Asia 2015. Selain memiliki beban mengulang prestasi pada SEA Games sebelumnya. Debby masih harus menjadi "mentor" bagi Praveen yang sering kehilangan kendali emosi saat bertanding. Hal ini terlihat jelas saat mereka kalah dari pasangan Denmark, Mads Kolding/Sara Thygesen di fase grup Piala Sudirman. Indonesia juga memiliki pasangan Riky Widianto/Richi Puspita Dili di sektor ganda campuran. Prestasi terkini pasangan tersebut adalah mencapai babak semifinal Selandia Baru Terbuka awal bulan Mei.



Selasa, 16 Desember 2014

Pieter Huistra: "Lebih banyak lampu, lebih banyak waktu latihan!"

Pieter Huistra menyempatkan waktu untuk membahas pengembangan pemain muda Indonesia saat mengisi materi dalam diskusi "Sudah Kerja Apa Saja PSSI ?" yang digelar di ruangan konferensi media Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Senin (15/12) Sore. Direktur teknik PSSI bidang pengembangan pemain ini mencurahkan pandangannya setelah tiga minggu mengamati pembinaan pemain usia dini di Indonesia.

"Sudah jelas bagi saya bahwa negeri ini memiliki potensi, gairah, dan antusiasme yang besar terhadap sepak bola. Saya telah dan akan terus mempelajari kehidupan sepak bola disini ke depannya." tuturnya. Setelah melihat berbagai aspek pembinaan usia muda, ia langsung menyoroti fasilitas latihan yang menurutnya cukup memprihatinkan. "Beberapa lapangan sangat tidak layak digunakan untuk berlatih, bahkan lapangan tertentu harus disewa dengan harga mahal" ucap mantan manajer Gronigen ini.

Baginya, para pemain di usia dini wajib mendapatkan fasilitas layak, perhatian, dan kesempatan bermain yang cukup. "Bersenang-senang, menikmati permainan, dalam fasilitas yang memadai adalah ruang bagi anak-anak ini untuk berkembang. Bukan soal pembangunan fasilitas mahal dan terkesan mewah, tapi cukup berikan rumput dengan kontur bagus serta banyak lampu penerangan agar latihan bisa diselenggarakan di waktu malam dengan suhu yang bersahabat bagi mereka(pemain)." jelas Huistra

Dalam acara yang sama, pengurus klub dan sekolah sepakbola Villa 2000, Ganesha Putra, juga mendukung pernyataan Huistra dalam presentasi yang ia sampaikan. "Pembangunan masih mendahulukan stadion sebagai sarana sepakbola, bukan lapangan latihan. Amat disayangkan apabila kurangnya fasilitas berlatih untuk kompetisi justru mengurangi kualitas kompetisi itu sendiri" ucap Putra.  Ia menuturkan pula bagaimana potensi sekolah sepkbola di berbagai daerah akan berlangsung baik, dengan pola pembinaan yang berlanjut dan terorganisir dengan baik.

Kedua sosok ini tampak pula sudah berpandangan sama mengenai pembinaan pemain di akar rumput. "(Mr) Ganesha dan saya sudah pernah mengobrol sebelumnya, dan dalam presentasinya sudah ada pandangan seperti pelatih lain di Eropa mengenai pembinaan pemain belia" puji Huistra di penghujung sesi diskusi. 

Qatar Batal Berujicoba dengan Indonesia

Sekretaris Jendral PSSI, Joko Driyono menjelaskan hal tersebut saat ditemui pada Senin (15/12) sore, di komplek Stadion Gelora Bung Karno, Senayan.mengatakan rencana ujicoba tim nasional U-23 melawan Qatar yang sempat diapungkan pelatih Aji Santoso dipastikan batal. Joko mengkonfirmasi alasan pembatalan ujicoba karena adanya miskomunikasi antar federasi terkait ujicoba tersebut.

Qatar sempat memilih Indonesia sebagai lawan tanding menghadapi Piala Asia di Australia awal tahun 2015 mendatang. Di sisi lain, pelatih Aji Santoso menargetkan uji tanding melawan Qatar sebagai salah satu ajang persiapan kualifikasi U-23 Piala Asia di bulan Maret. Joko melanjutkan, pertimbangan menurunkan para pemain muda dalam masa pelatihan untuk melawan tim terbaik yang akan turun dalam kejuaraan sekelas Piala Asia akan cukup membebani mental para pemain."Kami dan federasi Qatar kemungkinan akan menjadawalkan ulang pertandingan  di lain kesempatan" tutur Joko

Selandia Baru dipilih Qatar untuk menggantikan Indonesia sebagai lawan uji tanding, dan telah terjadwal dalam laman FIFA sebagai pertandingan resmi pada (5/1) di Canberra. Indonesia sendiri, menurut Joko, kemungkinan akan mendapatkan Syria sebagai lawan uji tanding. "Kami telah memperoleh kesediaan mereka untuk datang, dan berujicoba, soal jadwal belum dapat dipastikan." kata Joko

Evaluasi timnas kelompok Umur dilakukan Minggu ini

Dalam waktu dekat, PSSI juga akan melakukan evaluasi persiapan timnas di berbagai level umur. rencananya pertemuan bersama diantara staf pelatih timnas, BTN, juga melibatkan direktur teknik pengembangan pemain muda, Pieter Huistra. "(Pertemuan tersebut)akan diadakan minggu ini, mengambil waktu sebelum Huistra kembali ke negerinya dalam rangka libur natal tanggal 22 Desember mendatang" ujar Joko. Pertemuan akan digelar di Sawangan setelah gelaran kursus kepelatihan lisensi B AFC usai.

Rabu, 19 November 2014

Vietnam Sudah Siap

Menjadi salah satu tuan rumah di fase grup, membuat Vietnam optimis menjadi unggulan dalam perebutan trofi juara Piala AFF 2014.Sekretaris Jendral Federasi Sepakbola Vietnam (VFF) Lee Hoai Anh, menyatakan bahwa secara keseluruhan pihaknya siap menyelenggarakan hajatan dua tahunan ini.

"Tim kami pun telah melakukan persiapan yang baik, dan ingin kembali menjadi juara." ungkap Lee seperti dikutip VietnamNews. Susunan lengkap tim Vietnam yang akan turun di Piala AFF 2014 sendiri baru akan dirilis pada Jumat (21/11). Sehari sebelum anak asuh pelatih Toshiya Miura meladeni Indonesia di My Dinh Stadium.

Lee sendiri cukup memperhitungkan Indonesia dalam kejuaraan tahun ini. "Lawan kami menunjukkan peningkatan kekuatan belakangan ini, seperti Singapura dan Indonesia yng mendatangkan pemain naturalisasi dalam tim mereka" ujar Lee, yang menjabat sekjen VFF sejak April tahun ini.