Halaman

Sabtu, 28 Mei 2011

SPORTIF

mengacu pada kateglo yang saya baca, definisi kata yang menjadi judul diatas dapat digunakan untuk banyak hal. Utamanya, jelas di bidang olahraga. Saya mengakui bahwa tim Sudirman kita saat ini kalah kelas dengan Denmark. Skor pertandingan kedua regu pada angka 3-1 dapat menggambarkan hal tersebut. Saya salut dengan perjuangan tim Indonesia untuk dapat sampai ke semifinal. Setidaknya, lanjutan cerita sukses sebagai negara besar di olahraga bulutangkis masih terasa jejaknya. hal itu nampak njeglek saat kita bersama melihat ekspos media, baik cetak dan elektronik, mengenai sepak bola. 

Amatlah memalukan, dan janggal, melihat para (calon)pengurus organisasi induk sepak bola nasional. mereka,yang seharusnya bersifat ksatria untuk dapat membenahi olahraga favorit rakyat Indonesia ini, masih saja berkubang dalam permasalahan legalisasi secara politis untuk memperoleh kekuasaan, yang sifatnya instan. Namun harapan untuk menemukan masayarakat yang tidak skeptis terhadap sepakbola janganlah luntur.

Saat final Liga Divisi Utama lalu saya beruntung memiliki kesempatan untuk berjumpa pak Ngadiran, yang oleh teman saya Didik Srihartopo diolah dengan baik ke dalam sebuah tulisan. (dapat dibaca seca lengkap disini ) dorongan semangat rela membuatnya mengayuh ratusan kilometer(pulang pergi Jogja - Stadion Manahan). Dengan harapan bisa menonton pertandingan yang mengasyikkan dan berbaur bersama ribuan suporter lain. Mungkin daripada negdukung jenderal maju jadi ketua, saya lebih rela ngedukung pak Ngadiran. 

Pak Ngadiran, datang ke Manahan untuk Persiba dan Sportivitas. (mjunandika/2011)



"sip mas..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar